Kukuhkan PWRI Jawa Barat, Ini Harapan Ridwan Kamil

Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil mengukuhkan pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Jawa Barat masa bakti 2022-2023

Kukuhkan PWRI Jawa Barat, Ini Harapan Ridwan Kamil
Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil mengukuhkan pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Jawa Barat masa bakti 2022-2023, di Aula Barat Gedung Sate, Rabu (27/7/2022).
INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil mengukuhkan pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Jawa Barat masa bakti 2022-2023, di Aula Barat Gedung Sate, Rabu (27/7/2022).
 
Kang Emil berharap, pengurus baru PWRI dibawah komando Yuyun Muslihat berdasarkan Surat Keputusan Nomor 18/PB/2022, dapat terus memberikan manfaat dalam pembangunan dan pengembangan bangsa. Sebab menurutnya, organisasi masyarakat PWRI yang merupakan purnabakti Aparatur Sipil Negara (ASN), membuktikan masih ada semangat berkontribusi untuk negara.
 
"Bapak dan ibu yang ada disini, merupakan orang-orang yang bersemangat. Masih ingin berbuat sesuatu untuk negara. Semangat cari ladang amal, untuk memberi kemanfaatan. Seperti nasehat ibu saya, ilmu untuk selamat dunia akhirat," ujarnya.
 
 
Dia melanjutkan, saat ini Indonesia tengah mengalami tiga disrupsi. Pertama pandemi Covid-19, digital dan global warming. Sehingga dibutuhkan partisipasi semua pihak, termasuk PWRI agar tidak memberikan dampak buruk yang berkepanjangan. 
 
"Kita ini sedang mengalami tiga guncangan atau disrupsi. Pandemi yang belum selesai-selesai. Disrupsi digital, dimana saat ini handphone bukan lagi sekedar jadi alat komunikasi. Tapi juga jadi alat produksi dan bisnis. Walaupun ada sisi negatif bila tidak digunakan sebagaimana mestinya. Kemudian global warming, dimana sekarang ini pemanasan membuat air laut naik lebih cepat. 600 hektar tanah di Jawa Barat hilang. Iklim juga tidak bisa diprediksi," ucapnya.
 
"Lalu saat ini Sri Lanka bangkrut, karena ekonominya tidak sanggup beradaptasi. Ukraina yang sedang berperang. Maka kami meminta kepada PWRI, doakan kami mencari solusi. Supaya tidak bangkrut dan rusak. Kita butuh situasi yang kondusif. Kita sekarang sudah di posisi 15 dari G20. Kalau tidak ada guncangan, bisa rangking 10 di 10 tahun lagi. Bahkan kita bisa masuk empat besar, atau adidaya di 2045. Untuk mencapai itu, ekonomi harus dijaga, digital dan penerus harus kompetitif, produktif. Jangan ada stunting. Kalau ada stunting, 2045 enggak akan sampai," sambungnya.
 
 
Kang Emil pun mengajak, PWRI bersama-sama Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memerangi stunting dan memberikan kontribusi lain berupa nasehat dan masukan, agar Indonesia dapat berkembang lebih baik.
 
"Mari kita sama-sama untuk menyelesaikan PR bangsa, yaitu menyiapkan SDM yang baik dengan melawan stunting. Kemudian jangan banyak bertengkar, PWRi jadilah juru damai. Kalau banyak bertengkar di dalam, tidaj ada waktu untuk inovasi dan berkreativitas. Pensiun bukan berarti kebermanfaatan  diri berhenti. Kami harapkan PWRI minimal memberikan kebermanfaatan ilmu. Bersuara terhadap isu negara. Kami butuh nasehat," tutupnya. (Yuliantono)***


Editor : inilahkoran