Beda Mood, Ridwan Kamil Akui Pemprov Jabar Genjot Antusiasme Warga Dapat Vaksin Booster
Ridwan Kamil menyebutkan ada tantangan yang dihadapi sehingga jumlah warga yang menerima vaksin booster belum melesat di Jabar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil menilai antusiasme masyarakat mendapatkan vaksin booster berbeda dengan vaksin dosis ke-1 dan ke-2.
Ridwan Kamil menyebutkan ada sejumlah tantangan yang dihadapi sehingga jumlah warga yang menerima vaksin dosis ketiga atau vaksin booster belum melesat di Jabar.
Ridwan Kamil menuturkan, capaian vaksin booster pertama atau vaksin ketiga di Jabar baru mencapai 36,01 persen hingga 3 Agustus 2022 dari total sasaran 37,9 juta jiwa. Sedangkan, capaian vaksinasi dosis 1 sudah mencapai 96,43 persen dan dosis kedua sudah 83,64 persen.
Baca Juga: Konflik Tasya Farasya dan Tasyi Athasyia Makin Panas, Chat Keluarga Sampai Dibongkar
"Seperti kita tahu dinamika vaksin ini tidak sesederhana itu, orang merasa Covid sudah beres sehingga antusiasme vaksin 1 dan 2 berbeda dengan vaksin booster," ujar Ridwan Kamil, Jumat 5 Agustus 2022.
Kendati vaksin booster di Jabar belum melesat, Ridwan Kamil memastikan bakal terus mengupayakan untuk meningkatkannya.
"Apapun kekurangan kelebihan statistik terus akan kita tingkatkan," ucapnya.
Adapun terkait booster ke 2 menurut Ridwan, pihaknya akan menindaklanjuti arahan dari pemerintah pusat. Di mana yang pertama akan dilakukan kepada pihak yang menangani Covid-19.
"Seperti halnya vaksin booster yang pertama didahulukan nakes, aparat yang menangani covid baru ujungnya ke masyarakat. Masyarakat terbagi dua, masyarakat yang profesinya rawan interaksi sampai ke masyarakat ke yang lainnya," katanya.
Sementara itu, Ketua Divisi Percepatan Vaksinasi Covid-19 Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan untuk booster ke 2 kepada tenaga kesehatan sudah berjalan sejak tahun 2021 lalu. Pun termasuk di tahun 2022 ini, vaksin booster ke 2 untuk tenaga kesehatan pun akan menjadi sasaran yang pertama.
Baca Juga: Mengenal Ritual Hajat Lembur, Tradisi Syukur Nikmat Masyarakat Kampung Blok Kaum Batujajar Barat KBB
"Untuk tenaga kesehatan yang (vaksin booster) kedua akan kita awalkan mengingat kondisi persediaan vaksin juga sudah mulai banyak yang harus kita habiskan," kata Dedi Supandi.
Namun yang menjadi catatan adalah booster untuk kalangan remaja. Di mana saat ini angka vaksinasi booster remaja masih belum melesat.
"Yang masih kurang untuk vaksin booster sebenarnya remaja. Jadi kalau melihat dari persentase remaja itu baru di sekitar 4,8 persen, anak anak lebih tinggi, orang tua sudah bagus hampir di 96 persen. Yang harus kita kejar vaksin booster di remaja," ujar Dedi Supandi.
Baca Juga: Ini Aksi Heroik Zaelani Panjat Tiang Demi Merah Putih Berkibar di Tugu Kujang
Menurut dia, kondisi tersebut bukan karena banyak dari kalangan remaja yang tidak melaksanakan vaksinasi. Hanya saja, pada saat vaksin booster lebih dikedepankan untuk kalangan lanjut usia (lansia) dan layanan publik.
"Jadi ketika kita akan lakukan booster di remaja pihak remaja pun rata rata pelajar mereka melakukan kegiatannya banyak daring," katanya.*** (Rianto Nurdiansyah)
Editor : inilahkoran
