Jabar Lampaui Nasional dalam Enam Indikator Strategis, Dedi Soroti Dampak Investasi
Jabar menutup tahun 2025 dengan rapor pembangunan positif. Data BPS menunjukkan, Jabar mampu melampaui capaian nasional pada sejumlah indikator makro utama.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Jabar menutup tahun 2025 dengan rapor pembangunan positif. Data BPS menunjukkan, Jabar mampu melampaui capaian nasional pada sejumlah indikator makro utama mulai dari inflasi, pertumbuhan ekonomi, pengangguran, kemiskinan, ketimpangan, hingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Temuan tersebut tertuang dalam Analisis Indikator Makro Provinsi Jabar Tahun 2026 yang menggambarkan kondisi hingga Mei 2026 atau Triwulan I 2026, yang dirilis BPS Jabar, Selasa (2/6/2026). Hasilnya memperlihatkan tren perbaikan yang terjadi hampir di seluruh sektor pembangunan.
Pada aspek stabilitas harga, inflasi Jabar sepanjang 2025 tercatat sebesar 0,99 persen. Angka itu lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang berada di level 1,35 persen. Kondisi tersebut mencerminkan kemampuan daerah dalam menjaga pasokan dan kestabilan harga kebutuhan masyarakat.
Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Jabar juga menunjukkan performa yang kompetitif. Laju pertumbuhan ekonomi meningkat sebesar 0,37 persen, melampaui kenaikan pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama.
Sementara di sektor ketenagakerjaan, penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 0,10 persen. Capaian tersebut lebih baik dibandingkan penurunan yang terjadi secara nasional maupun di sejumlah provinsi besar di Pulau Jawa seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten.
Kinerja positif juga tercermin pada indikator kesejahteraan masyarakat. Sepanjang 2025, angka kemiskinan di Jawa Barat berhasil ditekan sebesar 0,30 persen. Penurunan ini lebih tinggi dibandingkan yang dicatatkan Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, maupun DKI Jakarta.
Tak hanya kemiskinan, ketimpangan pendapatan turut mengalami perbaikan. BPS mencatat tingkat ketimpangan di Jawa Barat turun sebesar 0,03 poin, melampaui penurunan ketimpangan pada level nasional.
Paling menonjol terlihat pada sektor pembangunan manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat meningkat 0,98 poin sepanjang 2025. Kenaikan tersebut menjadi yang tertinggi di Indonesia, menunjukkan peningkatan kualitas hidup masyarakat dari sisi pendidikan, kesehatan, dan daya beli.
Secara agregat, capaian tersebut menempatkan Jawa Barat sebagai salah satu daerah dengan performa pembangunan paling progresif dalam setahun terakhir. Berbagai indikator memperlihatkan tren yang bergerak ke arah positif secara bersamaan.
Menyoroti catatan tersebut, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menolak mengklaim keberhasilan tersebut sebagai pencapaian pribadi. Menurutnya, hasil yang tercatat dalam indikator makro merupakan buah kerja bersama seluruh elemen pemerintahan hingga tingkat paling bawah.
“Itu kan bukan kinerja saya. Itu kinerja dari mulai tingkat RT, RW, kepala desa, camat, bupati dan seluruh jajaran. Bahwa apa yang dilakukan selama ini sudah selaras dengan apa yang menjadi tuntutan dan kebutuhan publik,” ujar Dedi di Bale Pakuan, Kota Bandung, Selasa (2/6/2026).
Meski data menunjukkan tren yang menggembirakan, Dedi menilai Jawa Barat belum berada pada kondisi ideal. Ia menegaskan pemerintah daerah masih harus bekerja keras, terutama dalam mendorong investasi agar menghasilkan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung.
Menurutnya, berbagai investasi yang selama ini dipersiapkan mulai memasuki tahap operasional. Sejumlah pabrik baru akan segera diresmikan dan diproyeksikan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
“Jadi misalkan masalah investasi, saya kan sudah bilang sabar dulu nanti akan mulai bekerja, nanti Jumat meresmikan pabrik sepatu, beberapa bulan lagi akan meresmikan beberapa pabrik, karena saat saya rintis, mereka bisa bangun, bisa produksi, mereka bisa kerja," katanya.
Editor : Doni Ramdhani
