Jabar Tawarkan 46 Proyek Strategis di Malaysia, Bidik Investasi Rp50 Triliun

Pemprov Jabar menawarkan proyek strategis dengan nilai mencapai Rp50 triliun di Malaysia

Jabar Tawarkan 46 Proyek Strategis di Malaysia, Bidik Investasi Rp50 Triliun

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memasang target ambisius, dalam ajang Selangor International Business Summit (SIBS) 2026. 

Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 46 proyek strategis dan 44 kawasan industri siap investasi dibawa ke Malaysia untuk memikat investor asing, dengan sasaran investasi mencapai Rp50 triliun.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Jawa Barat, untuk mengejar target investasi 2026 yang dipatok sebesar Rp314 triliun dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Kepala DPMPTSP Jawa Barat, Dedi Taufik mengatakan, forum bisnis internasional tersebut dimanfaatkan untuk memperluas pasar investasi, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi antara Jawa Barat dan Malaysia.

"Keikutsertaan Jawa Barat dalam ajang tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring investasi, memperkuat kerja sama ekonomi regional, serta membuka peluang kolaborasi antara pelaku usaha Jawa Barat dan Malaysia," ujar Dedi Taufik dalam keterangannya, Minggu (28/6/2026).

Berbagai proyek unggulan yang ditawarkan, mencerminkan arah pembangunan ekonomi Jawa Barat ke depan. Sektor yang dipromosikan meliputi industri kedirgantaraan, transportasi berbasis rel, otomotif, ekonomi kreatif, energi baru dan terbarukan, teknologi, kesehatan, agribisnis, infrastruktur hingga hilirisasi industri.

Sejumlah proyek strategis yang masuk dalam etalase investasi Jabar antara lain pengembangan kawasan Kertajati, Pelabuhan Patimban, LRT Bandung, proyek pengolahan sampah menjadi energi di TPPAS Regional Cirebon Raya, Kawasan Industri Majalengka, Agrivision, Sari Medika Resort, Tasikmalaya Palm Sugar Industry Center, hingga Sistem Penyediaan Air Patimban.

Selain menawarkan proyek-proyek bernilai besar, Pemprov Jabar juga menyiapkan kawasan industri yang telah siap dihuni investor tanpa hambatan administratif yang berlarut.

"Selain proyek strategis, Jawa Barat juga menawarkan 44 kawasan industri yang telah berstatus siap pakai atau clean and clear. Kawasan tersebut tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Bekasi, Bogor, Sukabumi, Purwakarta, Karawang, Subang, Indramayu, Majalengka, dan Sumedang," kata Dedi.

Dari total 44 kawasan industri tersebut, sebanyak 24 kawasan telah mendapatkan fasilitas Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK). Skema ini memungkinkan investor mempercepat realisasi pembangunan karena sejumlah izin dasar telah tersedia sejak awal.

Di tengah meningkatnya persaingan antarwilayah dalam menarik investasi, Pemprov Jabar juga menonjolkan reformasi birokrasi dan kemudahan berusaha sebagai nilai tambah. Digitalisasi layanan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS) terus diperkuat, untuk memangkas proses administrasi dan meningkatkan kepastian usaha.

Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan investasi yang kondusif, dengan menekan praktik pungutan liar maupun aksi premanisme yang kerap menjadi keluhan dunia usaha.

"Dalam aspek ketenagakerjaan, Pemprov Jawa Barat juga mendorong penggunaan kanal resmi ketenagakerjaan daerah, termasuk aplikasi Nyari Gawe, agar proses pemenuhan tenaga kerja dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan terintegrasi," ucapnya.

Dukungan regulasi turut menjadi modal utama. Kehadiran Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2025 tentang Kemudahan Berusaha dan Kemudahan Investasi, disebut menjadi instrumen penting untuk memberikan kepastian hukum bagi para pelaku usaha yang menanamkan modal di Jawa Barat.

Sementara dari sisi konektivitas, Jawa Barat mengandalkan jaringan infrastruktur yang terus berkembang. Kawasan industri dan proyek investasi ditopang akses berbagai ruas tol strategis seperti Jagorawi, Jakarta-Cikampek, Bocimi, Cipali, Cipularang, Purbaleunyi, hingga Cisumdawu. Ke depan, jaringan tersebut akan diperkuat dengan pembangunan Japek II, Tol Patimban, dan Tol Cigatas.

Melalui SIBS 2026, Jawa Barat tidak hanya memburu aliran modal baru dari Malaysia. Forum ini juga diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku industri dan UMKM Jawa Barat, agar mampu menembus pasar regional.

Guna memastikan peluang kerja sama berujung pada realisasi investasi, DPMPTSP Jawa Barat bersama Kadin, pelaku usaha, dan UMKM terus melakukan proses kurasi serta penjajakan business matching dengan calon investor.

Dengan kombinasi proyek strategis, kawasan industri siap bangun, regulasi yang semakin ramah investasi, dan dukungan infrastruktur yang terus berkembang, Jawa Barat berupaya mempertahankan posisinya sebagai salah satu magnet investasi terbesar di Indonesia. 


Editor : Ahmad Sayuti