Jadi Bapak Bayi Stunting dan Polio di Kabupaten Bogor, Ini Langkah Dandim 0621
Letkol (Kav) Gangan Rusgandara menuturkan selama tiga bulan kedepan, jajarannya dibantu stake holder lainnya akan melakukan penanganan bayi stunting.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cibinong-Komandan Kodim 0621 Kabupaten Bogor Letkol (Kav) Gangan Rusgandara didapum Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan menjadi Bapak Bayi stunting dan Polio di Bumi Tegar Beriman.
Kepada wartawan, Letkol (Kav) Gangan Rusgandara menuturkan selama tiga bulan kedepan, jajarannya dibantu stake holder lainnya akan melakukan penanganan bayi stunting.
Penanganan bayi stunting tersebut berupa perbaikan gizi, kepada 600 orang bayi mulai dari usia 0 atau dalam kandungan hingga berusia 1.000 hari.
"Bayi-bayi yang masuk kategori stunting akan kami berikan telur, susu dan makanan bergizi lainnya. Penanganan bayi stunting ini bekerjasama dengan Korem 061 Surya Kencana, PT GKY dan PT Cisarua Mountain Dairy," tutur Letkol (Kav) Gangan Rusgandara, Kamis, 13 April 2023.
Letkol (Kav) Gangan Rusgandara menerangkan selama 3 bulan, grafik tinggi dan berat bayi stunting selalu dimonitor atau dipantau olehnya permingu.
"Saat ini masih percontohan, dan jika langkah kami di Posyandu di Kecamatan Cibinong berhasil, maka akan diterapkan pula di 39 kecamatan lainnya," terangnya.
Ia menambahkan, jajarannya juga ikut melakukan imunisasi atau vaksinasi polio di seluruh desa atau kelurahan di 38 kecamatan dari 40 kecamatan, karena Kecamata Bojonggede dan Tajurhalang masuk dalam wilayah Kodam Jaya.
Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan menjelaskan, bahwa langkah Pemkab Bogor yang berhasil menurunkan jumlah bayi stunting di Kabupaten Bogor menjadi percontohan di tingkat nasional.
Naun, karena walaupun presentasenya kecil sementara jumlah penduduknya sangat besar, maka jumlah bayi stuntingnya juga cukup besar dibanding daerah lain yang jumlah penduduknya lebih sedikit.
"Selain perbaikan gizi dan obat, untuk mmenurunkan bayi stunting juga kami lakukan dengan mengubah pemukiman kumuh menjadi pemukiman sehat. Kami juga mendapatkan program pembangunan sistem pengelolaan air minum (SPAM) dari Pemprov Jawa Barat, membangun sanitasi umum dan membudayakan pola hidup bersih sehat," jelas Iwan Setiawan. (Reza Zurifwan)
..
Editor : Ahmad Sayuti
