Jadi Korban Kejahatan Jalanan, R Butuh Bantuan Dana Pengobatan Hingga Rp130 Juta
Geger seorang pria berinisial R mengalami luka berat usai menjadi korban kejahatan jalanan di kawasan Cicadas, Kota Bandung. Kasus tersebut kini tengah ditangan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Geger seorang pria berinisial R mengalami luka berat usai menjadi korban kejahatan jalanan di kawasan Cicadas, Kota Bandung. Kasus tersebut kini tengah ditangani kepolisian.
Dalam postingan @fitriyani194, terlihat kondisi korban sangat mengkhawatirkan. Korban tampak terbaring lemas di rumah sakit dengan keadaan lengan kiri diperban.
Foto hasil ronsen menunjukkan tulang lengan atas patah dan beberapa lainnya retak. Keterangan unggahan tersebut menyebut bahwa R merupakan korban tindak kejahatan jalanan.
Kerabat korban, Fitriyani mengatakan insiden yang menimpa keponakannya itu terjadi pada 18 Oktober 2026, dini hari.
Saat itu, korban disebut dengan berkeliling untuk mencari makan menaiki sepeda motor. Namun, R tiba-tiba dihampiri sekelompok orang tak dikenal.
"Awalnya ponakan saya itu keliling-keliling cari makan. Pas mau pulang dari arah Pasar Cicadas ada sekelompok orang yang tiba-tiba nyerang dan mepet motor ponakan saya," ujarnya, dihubungi Kamis (22/10/2026).
Salah seorang dari mereka hendak memukul korban menggunakan stik golf tapi tidak kena. Nahasnya, korban yang panik menabrak gerobak lalu terjatuh.
"Nggak tau berapa motor cuman memang banyak tiba-tiba nyerang pake stik golf mau mukul gak kena, trus motor nabrak gerobak jatuh langsung di pukul lagi ponakan dan temannya ini. Mereka bawa barang senjata tajam juga," ucapnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami patah tulang dan jari kelingkingnya remuk. Korban bahkan harus dirawat dan menjalani operasi di rumah sakit.
"Ponakan saya sampe patah tulang, kelingking nya remuk. Alhamdulillah kemarin sudah boleh pulang karna senin malam sudah di operasi," sebutnya.
Fitriyani mengungkapkan, pihaknya kekurangan dana untuk membayar biaya rumah sakit. Biaya pengobatan korban disebutnya tak dapat ditanggung oleh bantuan kesehatan dari pemerintah.
Untuk itu, pihak keluarga korban menggalang dana melalui KitaBisa. Hingga Kamis pukul 15.51 WIB, dana yang dibutuhkan Rp131.250.000 dan baru terkumpul Rp1.830.000.
"Kita galang dana dari kita bisa karena biayanya tidak di-cover BPJS," lanjutnya.
Sementara itu, Kapolsek Kiaracondong AKP M Hardian Andriyanto mengaku telah menerima terkait kejadian tersebut. Saat ini kasus tersebut tengah ditangani pihaknya.
"Sedang kita tangani," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (22/10/2026).
Andriyanto bilang, kepolisian masih menyelidiki dugaan kasus kejahatan tersebut. Dia mengaku kepolisian masih mengumpulkan barang bukti hingga mencari identitas para pelaku yang kini masih dalam penyelidikan.
Editor : Doni Ramdhani
