Jay Idzes: Bukan Kualitas Individu, Tapi Kekompakan yang Jadi Senjata Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2026
Kapten timnas Indonesia, Jay Idzes, mengungkapkan bahwa kekuatan terbesar tim Garuda bukan terletak pada deretan pemain berkualitas, melainkan pada kekompakan dan kebersamaan yang terjalin erat di dalam skuad.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, mengungkapkan bahwa kekuatan terbesar tim Garuda bukan terletak pada deretan pemain berkualitas, melainkan pada kekompakan dan kebersamaan yang terjalin erat di dalam skuad.
Menurutnya, semangat kolektif dan solidaritas antarpemain menjadi pondasi utama dalam menghadapi pertandingan-pertandingan krusial menuju impian besar: lolos ke Piala Dunia 2026.
Dalam sebuah wawancara yang diunggah di kanal YouTube resmi Timnas Indonesia, Idzes menuturkan bahwa keharmonisan tim begitu terasa, terutama dalam sesi latihan.
“Saya rasa kekuatan terbesar kami bukanlah kami punya banyak kualitas dalam tim tetapi saya rasa ini bukan kekuatan terbesar kami,” kata Jay Idzes, dikutip dari ANTARA.
“Kekuatan terbesar kami adalah satu tim yang benar-benar kompak dan Anda dapat melihat dalam latihan semua orang saling bercanda, semua orang berjuang untuk satu sama lain ketika diperlukan,” ujar pemain berusia 24 tahun itu
Idzes yang juga merupakan kapten dari klub Venezia di Italia, menekankan bahwa kekompakan ini tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga di luar lapangan.
Menurutnya, hubungan erat antar pemain menjadi bekal penting untuk membangun kerja sama yang solid dalam pertandingan.
Jay Idzes juga mengomentari pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia yang tengah berlangsung di Bali.
Latihan intensif tersebut digelar sebagai persiapan menghadapi dua laga penting dalam putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026: melawan China pada 5 Juni dan Jepang pada 10 Juni mendatang.
“Periode pertama dengan pelatih baru, dengan Kluivert pada bulan Maret. Saat melawan Australia, (kami) sedikit kurang (persiapan) karena semua orang datang dua hari sebelum pertandingan,” jelasnya.
Ia menyoroti pentingnya waktu yang cukup dalam sebuah pemusatan latihan, agar pemain dan staf pelatih memiliki pemahaman taktis yang sama.
Saat ini, timnas Indonesia berada di posisi keempat klasemen sementara dengan koleksi sembilan poin, hanya terpaut satu poin dari Arab Saudi di posisi ketiga, dan unggul tiga poin dari Bahrain dan China di posisi kelima dan keenam.
Dua laga mendatang akan sangat menentukan nasib Indonesia — apakah mereka bisa melangkah ke putaran keempat kualifikasi, atau harus mengubur mimpi lebih awal.
Jay Idzes bergabung dengan timnas Indonesia sejak debutnya melawan Vietnam pada Maret 2024 di bawah asuhan pelatih Shin Tae-yong. Sejak saat itu, bek kelahiran Mierlo, Belanda, ini telah tampil sebanyak 11 kali membela Merah Putih.
Musim ini, ia menjadi salah satu pemain andalan Venezia, mencatatkan 35 penampilan dari total 38 pertandingan di Serie A, meskipun klubnya akhirnya gagal bertahan di kasta tertinggi Liga Italia.
Meski datang dengan label pemain Eropa, Idzes tidak menempatkan diri di atas rekan-rekannya. Justru, ia menekankan pentingnya kerja sama, saling percaya, dan semangat juang kolektif, sebagai identitas utama timnas Indonesia.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan
