Jejak Curhatan Kesehatan Lula Lahfah Sebelum Meninggal, Sempat Takut Jalani Kolonoskopi

Lula ternyata sempat mengungkap perjuangannya melawan sejumlah penyakit yang dideritanya sebelum meninggal dunia.

Jejak Curhatan Kesehatan Lula Lahfah Sebelum Meninggal, Sempat Takut Jalani Kolonoskopi
Jejak Curhatan Kesehatan Lula Lahfah Sebelum Meninggal, Sempat Takut Jalani Kolonoskopi

INILAHKORAN.ID - Kepergian kreator konten Lula Lahfah di usia muda meninggalkan duka mendalam. Di balik sosoknya yang dikenal ceria di media sosial, Lula ternyata sempat mengungkap perjuangannya melawan sejumlah penyakit yang dideritanya sebelum meninggal dunia.

Melalui unggahan di media sosial pada awal tahun 2026, Lula pernah membagikan momen saat dirinya menjalani perawatan di rumah sakit.

Dalam unggahan tersebut, ia mengaku mengalami beberapa gangguan kesehatan sekaligus, mulai dari infeksi saluran kemih (ISK), peradangan dan pembengkakan usus, batu ginjal, hingga GERD.

“Borongan, ISK, usus bengkak radang, batu ginjal, gerd,” tulis Lula saat itu, menggambarkan kondisi kesehatannya yang tengah menurun.

Sempat Takut Jalani Kolonoskopi

Salah satu kondisi yang paling dikhawatirkan Lula adalah pembengkakan usus yang mengharuskannya menjalani prosedur kolonoskopi. 

Prosedur ini merupakan pemeriksaan medis untuk melihat kondisi usus besar dan rektum menggunakan selang berkamera, yang dilakukan dengan pembiusan total.

Dalam percakapannya dengan sahabatnya, Keanu, Lula mengaku merasa sangat takut menghadapi prosedur tersebut.

“Gua takut. Usus gua masih bengkak penebalan. Terus gua harus kolonoskopi, diteropong, bius total,” curhat Lula kepada Keanu, seperti dikutip dari akun Instagram @keanuagl.

Keanu pun mencoba menenangkan Lula dengan memberikan dukungan moral.
“Gapapa. Everything is gonna be okeee,” balasnya.

Namun takdir berkata lain. Lula Lahfah berpulang sebelum sempat menjalani tindakan medis tersebut.

Lula Lahfah dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (23/1/2026). Ia ditemukan tak bernyawa di dalam kamar apartemennya di kawasan Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.


Editor : Firda Rachmawati