Jelang Idul Fitri, Dedi Mulyadi Liburkan 651 Sopir Angkot di Jalur Puncak Bogor

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah, sebanyak 651 supir angkot di jalur Puncak diliburkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Jelang Idul Fitri, Dedi Mulyadi Liburkan 651 Sopir Angkot di Jalur Puncak Bogor
Jelang Hari Raya Idhul Fitri 1446 Hijriyah, sebanyak 651 supir angkot di jalur Puncak diliburkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

INILAHKORAN, Bogor - Jelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah, sebanyak 651 supir angkot di jalur Puncak diliburkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Hal itu, agar dengan liburnya operasional ratusan Angkot selama 7 hari, angka kemacetan lalu lintas di Kawasan Puncak berkurang.

"Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan meliburkan operasional angkot selama Hari Raya Idul Fitri dan seminggu setelahnya. Dengan kebijakan ini, diharapkan jalur Puncak lebih lancar dan nyaman bagi pemudik, dari mulai jalan Raya Ciawi hingga Puncak," kata Dedi Mulyadi di Mako Polres Bogor, Cibinong, Kamis, 27 Maret 2025.

Dedi Mulyadi menuturkan, akan memberikan bekal agar para supir angkot tetap dapat menikmati liburan bersama keluarga tanpa harus khawatir kehilangan pendapatan. 

"Selama libur, para sopir angkot bisa menikmati liburan bersama keluarga dengan ada bekal yang akan kita berikan berupa sembako dan uang tunai, bagi mereka walaupun tetap berada dirumah ataupun yang ingin mudik dan juga berwisata bersama keluarganya dengan tenang dan tercukupi," tuturnya.

Mantan Bupati Purwakarta tersebut menjelaskan kompensasi yang diberikan Pemprov Jawa Barat kepada supir Angkot yaitu sejumlah uang sebesar Rp 3 juta rupiah dan disalurkan sebanyak dua kali.

"Rp 1,5 juta setengah selama arus mudik dan sisanya seminggu setelah lebaran berlangsung," jelasnya.

Jumari Firmansyah supir angkot Sukasari - Cisarua mengaku senang dengan langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, hal itu karena besarnya kompensasi yang diberikan.

"Kalau lagi macet, paling banyak kita dua kali narik, sekali pas ke turun ke Sukasari dan sekali pas naik ke Cisarua karena jalur Puncak direkayasa arus lalu lintasnya menjadi satu arah atau one way," ujar Jumari Firmansyah.

Ia menambahkan, pemilik angkot mengaku merespons positif adanya kompensasi kepada para supir, hal itu karena mereka sadar, tidak bisa memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) dengan besar yang maksimal.

"Alhamdulillah bos saya baik, ia mendukung program pemerintah dan senang kalau supirnya mendapat rezeki dari Pemprov Jawa Barat," tambah Jumari Firmansyah.***


Editor : Bsafaat