Jelang Libur Nataru, Disparbud Jabar Giring Wisatawan Lirik Pariwisata Ciayumajakuning dan Priangan Timur

Tinggal menyisakan sekitar 1,5 bulan lagi, libur Nataru 2025 tiba. Menyikapi hal itu, Disparbud Jabar berkomitmen akan menggiring wisatawan, melirik pariwisata di kawasan Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) serta Priangan Timur, salah satunya Pangandaran.

Jelang Libur Nataru, Disparbud Jabar Giring Wisatawan Lirik Pariwisata Ciayumajakuning dan Priangan Timur
Kepala Disparbud Jabar Benny Bachtiar menuturkan, tujuannya supaya tidak terjadi penumpukan terus menerus di kawasan Bandung Raya dan Bogor Raya, yang selama ini menjadi destinasi utama wisatawan Nataru. (dok)

INILAHKORAN, Bandung - Tinggal menyisakan sekitar 1,5 bulan lagi, libur Nataru 2025 tiba. Menyikapi hal itu, Disparbud Jabar berkomitmen akan menggiring wisatawan, melirik pariwisata di kawasan Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) serta Priangan Timur, salah satunya Pangandaran.

Kepala Disparbud Jabar Benny Bachtiar menuturkan, tujuannya supaya tidak terjadi penumpukan terus menerus di kawasan Bandung Raya dan Bogor Raya, yang selama ini menjadi destinasi utama wisatawan Nataru.

Terlebih, terakhir kata Benny, sampai ada korban jiwa akibat kelelahan lantaran kemacetan yang terjadi di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.

"Ini jangan sampai terjadi (lagi). Emang destinasi wisata di Jawa Barat itu Bandung Raya dan Bogor Raya saja? Kan tidak. Ternyata di Ciayumajakuning, Pangandaran itu luar biasa," ujar Benny di Kota Bandung, Minggu 3 November 2024.

Padahal Ciayumajakuning dan Priangan Timur kata dia, tidak kalah apik dari Bogor Raya dan Bandung Raya. Misalnya Pangandaran lanjut Benny, dimana selama menjabat sebagai Pj Bupati Pangandaran, tidak sedikit titik wisata yang dapat dieksploitasi.

Bahkan dia berani menyebut, Pangandaran merupakan miniatur Bali, karena memiliki keanekaragaman wisata yang sangat lengkap.

"Kebetulan saya jadi Pj Bupati Pangandaran, saya coba eksplor. Saya bisa katakan, Pangandaran ini miniatur Bali. Sagala aya. Sekarang bagaimana mengksplorasi atau menggali potensi tersebut," ucapnya.

Sebab itu, pihaknya terus mendorong supaya ada peralihan kunjungan wisata, supaya terjadi pemerataan di Jawa Barat.

Khusus Pangandaran timpal Benny, selain pariwisata disana juga berpotensi sebagai lumbung pangan. Dimana diakuinya sejauh ini belum tergarap maksimal.

"Bayangkan Pangandaran luasnya 1010 kilometer. Garis pantai 91 kilometer. Penduduknya 430 ribu. 10 kecamatan dan 93 desa. Masih banyak lahan yang tidak termanfaatkan. Artinya, bahwa Pangandaran ini jadi swasembada pangan," terangnya.

Dia berharap, bupati definitif kelak mampu memaksimalkan potensi. Tidak hanya di sektor pariwisata, juga pertanian di Pangandaran.

"Saya punya mimpi dan berharap kepada kepala daerah selanjutnya, mampu mengeksploitasi alam. Karena saya yakin, dengan mampu menggali potensi tersebut, bisa swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Potensinya ada," ungkapnya.

Benny meyakini, bila seluruh potensi Pangandaran mampu dieksploitasi secara maksimal, maka dalam 10 tahun ke depan, kawasan tersebut mampu berkembang pesat.

"Dari infrastruktur sudah lumayan bagus. Akses dan sebagainya. Tinggal pemberdayaan ekonomi masyarakat. IPM kita dorong daya beli sekarang. Daya beli bagus, In Syaa Allah aman," ujarnya.

Soal bencana, yang kerap menjadi alasan enggan berwisata ke Pangandaran. Benny menegaskan, Pemkab Pangandaran selalu berupaya melakukan mitigasi.

"Memang (sering) ada lini (gempa) walaupun tidak besar. Memang menyebabkan hari ini orang agak enggan masuk ke Pangandaran, karena ada kekhawatiran. Padahal sebetulnya enggak ada masalah," terangnya.

Pemkab Pangandaran lanjut Benny, telah melakukan beragam ikhtiar dalam meminimalisir jumlah korban, bila terjadi bencana. 

Tujuannya, supaya citra aman dapat dikantongi Pangandaran, sehingga masyarakat luas tidak khawatir maupun takut untuk mengunjungi kawasan tersebut.

"Kita juga punya warning alarm. Akan ada pemberitahuan kalau ada terjadi bencana. Ada life guard dan sebagainya. Kita selalu mitigasi kalau ada apa-apa. Dua minggu ke belakang, kami rakor mitigasi bencana manakala terjadi hal tidak diinginkan," tandasnya. 


Editor : Doni Ramdhani