Jungkook BTS Dijadikan Target Pencurian Saham Rp98 M oleh Kelompok Peretas Tingkok
Jungkook BTS dijadikan target pencurian saham di HYBE sebesar Rp98 miliar oleh kelompok peretas asal Tiongkok.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Jungkook BTS sebelumnya pernah jadi korban pencurian saham dan kini hal tersebut hampir terjadi lagi.
Jungkook BTS dilaporkan termasuk di antara target operasi kejahatan siber besar-besaran yang melibatkan pencurian identitas dan upaya penipuan keuangan senilai ratusan miliar won.
Pihak berwenang Korea mengkonfirmasi bahwa terduga pemimpin organisasi peretasan internasional, yang hanya diidentifikasi sebagai A, telah diekstradisi dari Thailand ke Korea Selatan pada 12 Mei setelah penyelidikan bersama oleh Kementerian Kehakiman dan Badan Kepolisian Nasional.
Para penyidik mengungkapkan bahwa tersangka, seorang warga negara Tiongkok berusia 40-an, mengoperasikan sebuah kelompok peretas yang berbasis di Bangkok.
Antara Agustus 2023 dan April 2024, kelompok tersebut diduga meretas enam situs web pemerintah dan lembaga publik untuk mencuri informasi pribadi dari para korban.
Dengan menggunakan data yang dicuri, para peretas dilaporkan membuka akun telepon seluler ilegal atas nama korban dan melewati sistem verifikasi identitas untuk mendapatkan akses ke rekening keuangan dan platform mata uang kripto.
Pihak berwenang memperkirakan total kerugian yang ditimbulkan mencapai sekitar 38 miliar won (sekitar 27 juta dolar AS atau Rp446 miliar).
Salah satu pengungkapan yang paling mengejutkan adalah bahwa Jungkook BTS menjadi target langsung tak lama setelah memulai wajib militernya.
Kelompok tersebut diduga mencoba mentransfer secara ilegal sekitar 8,4 miliar won (sekitar $6,1 juta USD atau Rp98 miliar) saham HYBE dari rekening yang terdaftar atas nama sang idola.
Untungnya, lembaga keuangan dengan cepat mendeteksi aktivitas mencurigakan dan membekukan transaksi sebelum kerugian finansial yang sebenarnya terjadi.
Para penyelidik juga menyatakan bahwa beberapa tokoh bisnis kaya Korea Selatan, termasuk para eksekutif konglomerat, menjadi sasaran kelompok peretas tersebut menggunakan metode serupa.
Pihak berwenang Korea Selatan terus menyelidiki jaringan keuangan organisasi tersebut dan mengidentifikasi kaki tangan tambahan yang terkait dengan operasi tersebut.***
Editor : Irma Nurfajri
