Kabupaten Cirebon Kekurangan 12 Ribu Titik PJU, Tagihan Listrik Tembus Rp26 Miliar
Kabupaten Cirebon masih kekurangan 12 ribu titik PJU. Tagihan listrik penerangan jalan mencapai lebih dari Rp26 miliar sepanjang Januari-September 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Kebutuhan penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, hingga kini belum sepenuhnya terpenuhi. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon mencatat masih terdapat kekurangan sekitar 12 ribu titik lampu untuk menerangi ruas jalan kabupaten.
Kepala Bidang Prasarana Dishub Kabupaten Cirebon, Nunu Nugraha, mengungkapkan kebutuhan ideal PJU di sepanjang jalan kabupaten mencapai sekitar 31 ribu titik. Namun, jumlah lampu yang tersedia baru berkisar 18 ribu titik.
“Kebutuhan ideal untuk jalan kabupaten sekitar 31 ribu titik. Sementara yang tersedia baru sekitar 18 ribuan. Jadi, masih kekurangan kurang lebih 12 ribu titik lampu,” ujar Nunu, Senin (12/10/2026).
Menurutnya, secara keseluruhan terdapat sekitar 30 ribu titik PJU yang tersebar di wilayah Kabupaten Cirebon. Namun, tidak seluruh titik tersebut berada di ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.
Pada tahun anggaran 2026, Dishub Kabupaten Cirebon hanya memiliki program pemasangan 270 titik penerangan baru. Jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan tambahan PJU di sejumlah ruas jalan kabupaten.
Pemeliharaan PJU Lampaui Target
Selain pemasangan baru, Dishub Kabupaten Cirebon melakukan pemeliharaan terhadap lampu yang mengalami kerusakan. Dari target pemeliharaan sebanyak 5.000 lampu dalam setahun, realisasinya telah mencapai sekitar 6.000 lampu.
Nunu menjelaskan, pemeliharaan mencakup berbagai pekerjaan, mulai dari penggantian komponen hingga penggantian lampu yang sudah tidak berfungsi.
Sejumlah lampu juga telah melewati masa garansi sehingga kerusakannya perlu segera dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti.
“Kalau ada kerusakan, segera dilaporkan. Nanti ditindaklanjuti untuk penggantian, termasuk menggunakan lampu LED,” ucapnya.
Tagihan Listrik PJU Capai Rp26 Miliar
Di tengah keterbatasan jumlah PJU, beban pembayaran listrik penerangan jalan masih menjadi salah satu pengeluaran besar bagi Pemerintah Kabupaten Cirebon.
Nunu menyebut, pada awal 2026 tagihan listrik PJU mencapai sekitar Rp3 miliar per bulan. Namun, angka tersebut mulai menurun seiring pelaksanaan program meterisasi bersama PLN.
Pada Agustus 2026, tagihan listrik PJU tercatat turun menjadi sekitar Rp2,7 miliar per bulan.
“Awalnya sekitar Rp3 miliar per bulan. Sekarang sudah mulai berkurang. Bulan Agustus sekitar Rp2,7 miliar karena ada program meterisasi dari PLN,” jelasnya.
Secara keseluruhan, pembayaran listrik PJU kepada PLN sepanjang Januari hingga September 2026 telah menghabiskan anggaran lebih dari Rp26 miliar.
Sementara itu, kebutuhan anggaran pembayaran listrik PJU yang semula diproyeksikan sebesar Rp36 miliar pada awal tahun hanya memperoleh alokasi sekitar Rp33 miliar.
Data Titik PJU Dishub dan PLN Masih Diverifikasi
Selain persoalan anggaran, Dishub Kabupaten Cirebon juga menyoroti perbedaan data jumlah titik PJU yang dimiliki pemerintah daerah dengan data pelanggan maupun titik tagihan listrik yang tercatat di PLN.
Nunu tidak membantah adanya selisih data tersebut. Menurutnya, proses verifikasi masih berlangsung untuk memastikan kesesuaian jumlah titik penerangan dengan pembebanan tagihan listrik.
Di sisi lain, keterbatasan kendaraan operasional turut menjadi tantangan dalam pemeliharaan PJU yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Cirebon.
Dari lima kendaraan operasional yang dimiliki, satu unit mengalami kerusakan berat dan satu unit lainnya mengalami kerusakan ringan. Sementara itu, tiga kendaraan masih dapat beroperasi.
Nunu mengatakan, jumlah kendaraan operasional yang ideal seharusnya mencapai tujuh unit. Keterbatasan armada tersebut menjadi kendala tersendiri dalam menangani kerusakan lampu di tengah banyaknya titik PJU yang harus dipelihara.***
Editor : JakaPermana
