KCSC akan Beri Peringatan Hukuman Berat Bagi Media yang Tayangkan Berita Palsu Mengenai Kasus Suga BTS

KCSC beri peringatan dengan hukuman berat pada media TV yang melakukan pelanggaran seperti JTBC yang buat berita palsu mengenai kasus Suga BTS.

KCSC akan Beri Peringatan Hukuman Berat Bagi Media yang Tayangkan Berita Palsu Mengenai Kasus Suga BTS
Suga BTS yang terjerat kasus mengemudi saat mabuk.

INILAHKORAN, Bandung - Baru-baru ini banyak Berita Palsu mengenai kasus Suga BTS yang mengemudi saat mabuk, bahkan sekelas Media TV nasional Korea juga melakukan hal itu.

Pada hari Senin, 2 September 2024, KCSC mengadakan rapat umum di Broadcasting Center di Mok-dong, Seoul. 

Selama rapat ini, komisi tersebut membahas 'KBS Relay Base' milik KBS 1TV, yang menayangkan pertunjukan 'Madama Butterfly' di Seoul Arts Center pada tanggal 29 Juni 2024. 

Opera tersebut mencakup adegan di mana lagu kebangsaan Jepang, Kimigayo, dimainkan selama pernikahan antara seorang perwira Amerika dan seorang wanita Jepang, dengan pemeran utama wanita mengenakan kimono tradisional Jepang. 

Penyiaran ini ditayangkan pada Hari Pembebasan memicu kontroversi karena dianggap tidak pantas.
Komisaris Kim Jung Soo menyatakan, “bukan berarti 'Madama Butterfly' tidak boleh disiarkan, tetapi fakta bahwa acara itu ditayangkan pada Hari Pembebasan seharusnya dipertimbangkan."

"Acara itu bertentangan dengan sentimen nasional, jadi pihak-pihak terkait harus memberikan pernyataan,” lanjutnya.

Selain itu, KCSC meninjau kasus yang melibatkan program berita KBS, di mana gambar bendera Korea (Taegeukgi) secara tidak sengaja ditampilkan dalam format cermin selama segmen cuaca. 

Komisi menyimpulkan bahwa ini kemungkinan merupakan kesalahan penyuntingan dan bukan kesengajaan, dan dengan demikian mengeluarkan rekomendasi administratif dan bukan Hukuman berat.

Dalam kasus lain, 'JTBC Newsroom' juga menayangkan rekaman CCTV palsu pada 7 Agustus 2024, yang memperlihatkan seorang pria mengendarai skuter listrik di jalan utama, dan salah mengenalinya sebagai Suga BTS.

Namun, polisi kemudian mengonfirmasi bahwa pria dalam rekaman itu bukanlah Suga BTS.

Para komisioner KCSC bersikap tegas, dengan menyebut laporan itu sebagai salah tafsir yang jelas. 

Ketua Ryu Hee Rim mencatat, “tahun lalu, kami menjatuhkan sanksi hukum kepada perusahaan penyiaran yang menayangkan konten yang belum diverifikasi."

"Sejak saat itu, kami terus menjatuhkan sanksi berat atas penggunaan materi yang belum diverifikasi,” terangnya.

Komisioner Kim Jung Soo menambahkan, “prinsipnya adalah tidak menyiarkan laporan yang belum dikonfirmasi. Pelaporan berdasarkan prediksi adalah tindakan yang berbahaya.”

Proses untuk memperoleh pernyataan dari pihak-pihak yang terlibat sering kali mendahului pemberian sanksi hukum, yang dapat berdampak negatif terhadap status perpanjangan atau persetujuan izin lembaga penyiaran. 

KCSC menekankan bahwa proses ini wajib dilakukan sebelum memutuskan sanksi hukum.***


Editor : Irma Nurfajri