KDM Bakal Tindaklanjuti Pagar Laut di Bekasi yang Diduga Telah Bersertifikat

Gubernur Jawa Barat Terpilih Dedi Mulyadi mengaku bakal menindaklanjuti pagar laut di perairan Kampung Palijaya, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi yang diduga telah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Hak Guna Bangun (HGB).

KDM Bakal Tindaklanjuti Pagar Laut di Bekasi yang Diduga Telah Bersertifikat
Dedi Mulyadi

INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jawa Barat Terpilih Dedi Mulyadi mengaku bakal menindaklanjuti pagar laut di perairan Kampung Palijaya, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi yang diduga telah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Hak Guna Bangun (HGB).

KDM sapaan Dedi Mulyadi berencana akan menemui Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, guna memastikan asal mula keberadaan SHM dan HGB tersebut.

"Update-nya adalah saya nanti akan bertemu dengan Menteri ATR/BPN, menelusuri asal muasal akhirnya bersertifikat," ujar KDM di Gedung Pakuan, Kota Bandung baru-baru ini.

KDM juga mengaku telah menemukan pola, sampai akhirnya pagar laut tersebut bersertifikat. Dia menduga, awalnya kawasan tersebut merupakan tambak yang ditinggalkan dan kemudian diurus kepemilikannya secara resmi.

"Saya sudah kebaca ya. Itu pasti disitu adalah bekas tambak. Setelah enggak diurus kemudian abrasi. Ketika abrasi, pasti jadi laut dan itu (pernah) terjadi di Karawang," ucapnya.

Maka dari itu, pihaknya bakal mengkaji bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jabar, sebab ada wacana disana akan dibangun dermaga.

Bila demikian lanjut dia, dirinya berencana akan melakukan pembiayaan sendiri dari Pemprov Jabar tanpa harus melibatkan swasta.

"Kalau cuma Rp250 miliar, sudah dibangun aja tahun 2026 oleh Pemprov," imbuhnya.

Selain itu, KDM juga bakal mengkaji perjanjian dengan swasta pengelola pagar laut tersebut, dimana disebut-sebut telah terjalin kerjasama selama lima tahun dan telah masuk ke kas daerah sebesar Rp2,6 miliar.

"Nanti kita lihat. Kalau perjanjian itu bertentangan dengan kepentingan umum, azaz-azaz kepatutan, keadilan ya tidak ada salahnya kita bangun sendiri," tandasnya. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti