Kebakaran Gunung Ciremai, Pemprov Jabar Kerahkan 1.000 Personel dan Tiga Helikopter

Pemprov Jabar mengerahkan 1.000 personel gabungan dan menyiapkan tiga helikopter untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan Gunung Ciremai.

Kebakaran Gunung Ciremai, Pemprov Jabar Kerahkan 1.000 Personel dan Tiga Helikopter
Sejumlah petugas gabungan berusaha memadamkan api yang membakar kawasan hutan di lereng Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, Rabu (3/10/2018). Dok Antara

INILAHKORAN.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengerahkan 1.000 personel gabungan dan menyiapkan tiga helikopter untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengendalikan titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan hutan lainnya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, pengerahan helikopter untuk operasi pemadaman melalui metode water bombing dilakukan setelah koordinasi dengan Wakil Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU).

“Dan akhirnya hari ini heli akan segera turun dari Bogor, satu ke Kertajati, dua ke Pangkalan Sukani Majalengka,” ujar Dedi, dikutip dari akun media sosialnya, Jumat (23/10/2026).

Tiga helikopter tersebut akan mendukung pemadaman dari udara dengan menjatuhkan air ke titik-titik kebakaran, terutama di lokasi yang sulit dijangkau petugas darat. Operasi ini diharapkan dapat mempercepat pemadaman sekaligus menekan risiko api kembali menjalar.

“Dari situ heli akan menggunakan water bombing, melakukan penanganan kebakaran agar apinya padam dan tidak lagi menjalar ke berbagai tempat,” ucapnya.

Dedi mengatakan, api di kawasan Gunung Ciremai mulai terkendali setelah pergerakannya berhasil diisolasi. Meski demikian, upaya pemadaman tetap dilanjutkan untuk memastikan seluruh titik api tertangani dan tidak kembali membesar.

Penanganan dari darat juga diperkuat dengan pengerahan sekitar 1.000 personel gabungan yang terdiri atas unsur TNI, Polri, masyarakat, dan relawan. Mereka dilibatkan dalam upaya pengendalian kebakaran, termasuk mengoptimalkan kanal alami sebagai penghambat penjalaran api.

“Yang kedua, bahwa hari ini ada seribu warga, TNI, Polri, relawan yang kami kerahkan untuk memfungsikan kanal sebagai upaya melakukan penanganan kebakaran secara komprehensif,” katanya.

Menurut Dedi, optimalisasi kanal alami menjadi bagian dari strategi mitigasi kebakaran hutan. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu membatasi penjalaran api apabila kebakaran serupa kembali terjadi.

“Sehingga ke depan kalau ada kebakaran lagi, kalau kanalnya sudah terbangun dengan baik, tapi kanal alamiahnya dioptimalkan, maka kebakaran tidak akan menjalar ke mana-mana,” tuturnya.

Dedi menambahkan, penanganan kebakaran Gunung Ciremai menjadi salah satu prioritas Pemprov Jabar. Prioritas tersebut, menurutnya, sejalan dengan arahan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

“Saya sampaikan bahwa penanganan kebakaran Ciremai itu merupakan fokus prioritas yang disarankan oleh Pak Mensesneg,” ungkapnya.

Dedi juga mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan agar kebakaran tidak terus berulang. Ia menegaskan, kelestarian alam merupakan kebutuhan manusia yang harus dijaga bersama.

“Mari kita bersama-sama menjaga dan merawat alam kita. Karena kita adalah bagian dari alam, alam tidak membutuhkan kita, tapi kita yang membutuhkan alam,” tutupnya.


Editor : Ahmad Sayuti