Kembali Terjadi, Pulau Sampah Kembali Terbentuk di Sungai Citarum, Tepatnya di Bawah Jembatan BBS Batujajar 

Lautan sampah dan tanaman eceng gondok kembali menyelimuti sungai Citarum tepatnya di bawah Jembatan Babakan Sapan (BBS) Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kembali Terjadi, Pulau Sampah Kembali Terbentuk di Sungai Citarum, Tepatnya di Bawah Jembatan BBS Batujajar 
Lautan sampah dan tanaman eceng gondok kembali menyelimuti sungai Citarum tepatnya di bawah Jembatan Babakan Sapan (BBS) Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

INILAHKORAN, Ngamprah - Lautan Sampah dan tanaman eceng gondok kembali menyelimuti sungai Citarum tepatnya di bawah Jembatan Babakan Sapan (BBS) Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Tepat satu tahun di bulan dan lokasi yang sama, sampah yang bercampur dengan tumpukan eceng gondok kembali membentuk pulau sampah yang merusak berbagai ekosistem di sekitarnya.

Diketahui, pada Juni 2024 lalu lautan sampah membentang sepanjang 3 kilometer di aliran Sungai Citarum, tepatnya di kawasan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB). 

Kondisi tersebut nampak jelas di Jembatan Callender Hamilton atau yang biasa disebut oleh warga sebagai Jembatan Babakan Sapan (BBS).

Sungai Citarum, yang sudah lama menjadi perhatian lantaran pencemarannya. Bahkan, menuai sorotan dari kelompok anak muda yang sangat peduli dengan lingkungan yang dikenal dengan nama Pandawara Group.

Melalui akun media sosialnya, Pandawara menyoroti kondisi memprihatinkan sungai ini dengan julukan “The new ocean rubbish” atau “lautan sampah yang baru.” Unggahan di akun Instagram mereka, @pandawaragroup, dengan tulisan, Ladies and gentlemen, please welcome ‘The new ocean rubbish’. Sebutan itu menggambarkan betapa parahnya kondisi pencemaran di Sungai Citarum. 

Hal itu sesuai dengan kondisi sampah yang menutup lapisan air sepanjang mata memandang, dari ujung aliran sungai hingga muara di Waduk Saguling.

Kondisi serupa kembali terjadi, sehingga tak hanya menjadi catatan belaka, namun juga harus menjadi bahan evaluasi dan solusi konkret seluruh elemen mulai dari pemerintah hingga masyarakat itu sendiri untuk mengentaskan persoalan sampah di berbagai sektor, termasuk di kawasan daerah aliran sungai (DAS).

"Kami saat ini terus melakukan pemantauan dan pembersihan sungai melalui program river clean up," kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Zamilia Floreta.

“Terakhir kami melakukan pembersihan pada awal Juni," sambungnya.

Sebelumnya, ungkap Zamilia, kondisi sungai Citarum sudah dalam kondisi terkendali, namun sekarang kembali dipenuhi sampah.

Menurutnya, sungai Citarum merupakan sungai lintas wilayah, sehingga aliran sampah tak hanya berasal dari Bandung Barat, namun juga dari wilayah tetangga seperti Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung. 

“Kalau beberapa hari hujan terus, sampah dari hulu ikut terbawa arus dan menumpuk di titik-titik tertentu. Termasuk di Batujajar,” tuturnya.

Pihaknya menyebut, tengah melakukan sejumlah langkah untuk menangani sampah di kawasan sungai Citarum mulai dari pemasangan slink untuk menahan laju sampah, pengerukan dengan alat berat, serta edukasi ke masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai. 

“Kami tidak pernah bosan mengingatkan masyarakat untuk mengelola sampah, mengurangi, dan mendaur ulangnya,” tandasnya.***


Editor : JakaPermana