Kerugian Bencana di Padang Pariaman Tembus Rp268,5 Miliar, Pemkab Minta Dukungan Pemerintah Pusat
Kerugian Bencana di Padang Pariaman Tembus Rp268,5 Miliar, Pemkab Minta Dukungan Pemerintah Pusat
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, mengumumkan bahwa kerugian akibat rangkaian bencana yang terjadi selama sepekan terakhir diperkirakan melampaui Rp268,5 miliar. Cuaca ekstrem yang memicu banjir, longsor, serta pohon tumbang menyebabkan kerusakan masif pada infrastruktur dan lahan pertanian.
Sekretaris Daerah Padang Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis, mengatakan salah satu kerusakan terbesar terjadi pada Jembatan Koto Buruak yang ambruk dan diperkirakan menimbulkan kerugian lebih dari Rp50 miliar.
“Kerusakan infrastruktur cukup parah. Banyak jembatan putus, jalan amblas, dan irigasi rusak. Total kerugian sementara mencapai lebih dari Rp268,5 miliar,” ujarnya, Sabtu.
Ratusan Hektare Lahan Pertanian Rusak
Bencana yang melanda Padang Pariaman juga berdampak pada sektor pertanian. Tercatat 341 hektare sawah dan 106 hektare lahan jagung rusak akibat banjir. Selain itu, fasilitas pendidikan, sarana publik, hingga rumah warga mengalami kerusakan, bahkan sebagian rumah hanyut terbawa arus.
Lebih dari 10 Ribu Warga Terdampak
Setidaknya 10.575 warga terdampak banjir, dan ribuan lainnya terpaksa mengungsi. Pemerintah daerah telah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang kehilangan tempat tinggal maupun akses pangan.
Sungai Perlu Dinormalisasi
Rudy menjelaskan bahwa tingginya dampak banjir tidak hanya dipicu cuaca ekstrem, tetapi juga kondisi sejumlah sungai besar yang bermuara di Padang Pariaman dan berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.
“Beberapa bulan lalu kami sudah melakukan gotong royong membersihkan aliran sungai, namun hasilnya belum optimal. Normalisasi sungai harus dilakukan secara komprehensif,” jelasnya.
Pemkab Ajukan Bantuan Perbaikan Infrastruktur
Dengan besarnya kerusakan, Pemkab Padang Pariaman menilai tidak mampu melakukan perbaikan secara mandiri dan membutuhkan dukungan pemerintah provinsi serta pusat.
Jembatan Vital Ambruk dan Telan Korban
Sebelumnya, Jembatan Koto Buruak di Kecamatan Lubuak Aluang ambruk pada Kamis (27/11) sekitar pukul 09.00 WIB. Debit air yang meningkat tajam menggerus struktur jembatan sepanjang 185 meter tersebut—salah satu akses vital menuju pusat pemerintahan dan ekonomi.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, mengonfirmasi bahwa saat insiden terjadi, seorang ibu dan anak yang sedang melintas dengan sepeda motor ikut terjatuh bersama runtuhan jembatan.
“Innalillahi wainnailaihi raji’un, jembatan ini baru saja putus dan ada warga yang jatuh bersama struktur jembatan,” ucapnya.
Editor : Firda Rachmawati
