Khawatir Bikin Gaduh, DPRD KBB Minta Open Bidding Sekda KBB Ditunda

DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta proses pelaksanaan open bidding Sekretaris Daerah (Sekda) Bandung Barat ditunda untuk sementara waktu.

Khawatir Bikin Gaduh, DPRD KBB Minta Open Bidding Sekda KBB Ditunda

INILAHKORAN, Ngamprah - DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta proses pelaksanaan open bidding Sekretaris Daerah (Sekda) Bandung Barat ditunda untuk sementara waktu.

Pasalnya, proses open bidding Sekda dikhawatirkan bakal memicu kegaduhan di kalangan ASN Pemda KBB usai munculnya polemik rotasi mutasi pejabat eselon 2, 3 dan 4 belum lama ini.

Terlebih, pelaksanaan open bidding Sekda KBB tersebut hanya berjarak beberapa minggu dari rotasi mutasi sebelumnya. Serta, jangan sampai ada aturan yang dilanggar dalam proses pendaftaran peserta, mengingat ada syarat bagi kandidat yang daftar salah satunya sudah mengikuti diklat pimpinan 2.

"Ketimbang menimbulkan kegaduhan dan ada aturan normatif yang dilanggar dari langkah tidak normatif, lebih baik rekrutmen Sekda melalui open bidding ditunda dulu," kata Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD KBB, Sundaya kepada wartawan.

Ia menilai, posisi Sekda KBB merupakan jabatan tertinggi di ASN. Oleh karenanya, proses seleksinya harus dilakukan secara normatif dan benar.

Selain itu, ia mengaku, dirinya juga baru mendengar jika pada proses rotasi mutasi sebelumnya, ada dua pejabat Pemda KBB yang dimintai keterangan oleh penegak hukum.

"Saya baru dengar ada dua pejabat KBB yang dimintai keterangan penegak hukum terkait rotasi mutasi," ujarnya.

"Kalau itu benar mestinya dibereskan dulu sampai clear, jangan sampai ada implikasi hukum pada saat seleksi Sekda sedang digelar," sambungnya.

Pernyataan serupa juga dilontarkan Ketua Fraksi DPRD Golkar KBB 
Dadan Supardan. Ia menilai, sebaiknya untuk jabatan Sekda KBB diutamakan yang sudah lama bertugas di KBB. 

"Selain memiliki kompetensi dan prestasi, figurnya juga harus memenuhi persyaratan administrasi," ucapnya.

Sejauh ini, jelas dia, dirinya mendapatkan informasi jika open bidding Sekda tersebut diikuti oleh pejabat dari KBB dan dari luar KBB. 

"Kalau saya melihatnya lebih baik utamakan yang sudah lama bertugas di KBB, yang memahami faksi-faksi di birokrasi dan tidak terlalu lama beradaptasi ke internal OPD," jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan KBB, Ricky Riyadi mengakui jika dirinya telah mendaftar untuk ikut open bidding seleksi Sekda. 

"Saya ikut, karena ada perintah dari atasan. Sejak rabu sudah melengkapi persyaratan dan harus selesai hari ini, karena terakhir pendaftaran," kata Ricky yang sudah mengabdi sejak KBB menjadi daerah otonomi di tahun 2007. 

Diketahui, Pemda KBB melelang jabatan Sekda yang posisinya kosong usai ditinggalkan pejabat sebelumnya Asep Sodikin yang mengajukan masa persiapan pensiun (MPP) sejak Januari 2023. Padahal masa baktinya baru akan berakhir per 1 September 2023.

Disinyalir hal itu terjadi lantaran hubungan dengan Bupati Hengki Kurniawan tidak harmonis, orang nomor satu di ASN KBB itu akhirnya memilih mengajukan MPP. *** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti