Komentari Soal Pemecatan Shin Tae-yong, Deddy Corbuzier: Risikonya Terlalu Besar

Deddy Corbuzier mendadak jadi sorotan usai mengomentari soal Shin Tae-yong yang kini tidak lagi menjadi pelatih Timnas Indonesia.

Komentari Soal Pemecatan Shin Tae-yong, Deddy Corbuzier: Risikonya Terlalu Besar
Komentari Soal Pemecatan Shin Tae-yong, Deddy Corbuzier: Risikonya Terlalu Besar

INILAHKORAN - Deddy Corbuzier mendadak jadi sorotan usai mengomentari soal Shin Tae-yong yang kini tidak lagi menjadi pelatih Timnas Indonesia.

Dalam podcastnya dengan Oki Rengga Winata, Deddy Corbuzier mengaku tidak setuju atas pemecatan yang dilakukan PSSI terhadap Shin Tae-yong.

Menurut Deddy Corbuzier, keputusan Shin Tae-yong yang dipecat sebagai pelatih Timnas Indonesia ini penuh risiko.

Deddy Corbuzier pun bertanya kepada Oki soal pandangannya terkait situasi yang dihadapi Shin Tae-yong yang kini tidak lagi bersama Timnas Indonesia.

Oki menegaskan bahwa memecat Shin Tae-yong saat ini bukanlah langkah yang tepat. Menurutnya hal ini karena antara pelatih dan pemain butuh waktu yang lama untuk membangun kemistri yang baik.

“Kalau aku langsung tegas, gak tepat mengganti Shin Tae-yong saat ini. Karena sebuah tim itu butuh bonding dan chemistry antara pemain dan pelatih," ujar Oki Rengga.

Pernyataan ini mendapat respons positif dari Deddy Corbuzier yang kemudian mengutarakan pendapatnya. Ia mengaku meskipun dirinya bukan penggemar sepak bola yang intens, ia merasa bahwa Shin Tae-yong telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan Timnas Indonesia.   

“Kalau menurut gue, yang gue tidak terlalu paham bola, kalau menurut gue (pemecatan Shin Tae-yong) tidak tepat. Karena dia sudah membawa kita ke mimpi yang bahkan kita tidak pernah bermimpi,” kata Deddy Corbuzier. 

Deddy juga menyoroti risiko besar yang akan dihadapi PSSI jika benar-benar memberhentikan Shin Tae-yong. 

Menurutnya, keputusan tersebut bisa mengganggu stabilitas tim yang sudah mulai menunjukkan peningkatan performa. 

“Kalau tiba-tiba di-cut, nanggung. Ini risikonya terlalu besar," tegas Deddy. Namun, ia tetap menekankan bahwa pandangannya ini berasal dari sudut pandang orang awam yang tidak terlalu mengikuti sepak bola secara mendalam. 

Deddy kemudian membuat analogi yang menarik dengan situasi di dunia bisnis. Ia menyamakan posisi Shin Tae-yong sebagai pelatih dengan seorang direktur di perusahaan yang berhasil mencapai target besar. 

Menurut Deddy, jika seorang direktur mampu membawa perusahaan ke pencapaian yang belum pernah diraih sebelumnya, maka perusahaan seharusnya memberinya waktu lebih untuk melanjutkan pekerjaannya. 

“Kita punya perusahaan deh. Perusahaan ini mendapatkan satu goals yang belum tentu kita bisa dapet sebelumnya. Nah, mau direkturnya kayak apa, ya udahlah kita lihat dulu. Nanggung nih, tinggal tutup tahun. Keluarinnya nanti aja kalau memang berantakan,” ujar Deddy Corbuzier.


Editor : Firda Rachmawati