Komitmen Kerja Bersama, Ngatiyana Tak akan Jadikan Wakilnya sebagai 'Ban Serep'

Isu disharmonisasi dan disfungsi wakil kepala daerah kerap terjadi di berbagai lingkup pemerintahan. Alhasil, roda pemerintahan itu tidak berjalan lancar lantaran ketidakjelasan tugas dan kewajiban dari wakil kepala daerah.

Komitmen Kerja Bersama, Ngatiyana Tak akan Jadikan Wakilnya sebagai 'Ban Serep'

INILAHKORAN, Cimahi - Isu disharmonisasi dan disfungsi wakil kepala daerah kerap terjadi di berbagai lingkup pemerintahan. Alhasil, roda pemerintahan itu tidak berjalan lancar lantaran ketidakjelasan tugas dan kewajiban dari wakil kepala daerah.

Menjawab persoalan tersebut, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengatakan, pihaknya tidak akan menjadikan wakilnya hanya sekadar 'ban serep'.

Bahkan, selama memimpin Kota Cimahi periode 2025-2030 baik Ngatiyana maupun Adhitia Yudhistira berkomitmen untuk bekerja bersama-sama sesuai tugas dan fungsi kewenangannya.

"Wakil harus diberdayakan dan bukan menjadi ban serep melainkan partner bekerja," kata Ngatiyana.

Tak cuma itu, sambung Ngatiyana, dirinya dan Adhitia Yudhistira juga telah berkomitmen untuk bersama-sama membangun Kota Cimahi.

Ngatiyana mengaku, dirinya sudah mengintruksikan para ASN di lingkungan Pemkot Cimahi agar dalam surat tidak hanya mencantumkan tanda tangan atau paraf dirinya, namun harus disediakan kolom tanda tangan wakil wali kota juga. 

"Termasuk kontrol paraf, yang dulu wakil tidak pernah kontrol, sekarang harus ada sehingga perkembangan situasi surat menyurat wakil wali kota harus tahu," paparnya.

"Mulai detik ini saat ini kepemimpinan saya, wakil diberdayakan dan mengikuti serta mengetahui perkembangan, ikut bertanggung jawab secara keseluruhan," tegasnya.

Ngatiyana juga mengingatkan kepada semua pihak agar jangan coba-coba untuk memecah belah dirinya dengan Wakil Wali Kota Cimahi yang menurutnya sudah terjalin harmonis. 

"Jadi saya tekankan dari sini, saya sudah sampaikan kepada seluruh ASN, jangan sampai ada coba-coba untuk memecah belah antara wali kota dan wakil wakil kota," tegas dia.

Pasalnya, harmonisnya hubungan kepala daerah bakal membuat para ASN di Kota Cimahi nyaman untuk bekerja. 

"Seorang pemimpin kalau sudah terpecah belah, bingung anak buahnya, mau siapa yang diikuti. Tetapi kalau satu suara wali kota dan wakil, in syaa Allah semua akan mengikuti karena merasa nyaman dan dilindungi," ujarnya.,

"Tetapi kalau sudah terpecah belah, pasti bingung, tugas tidak akan tercapai, tujuan pokok tidak akan terlaksana dengan baik," sambungnya.

Ngatiyana menambahkan, dalam 100 hari kerja ini pihaknya bakal fokus untuk menangani permasalahan persampahan dan pendidikan. 

Menurutnya, program tersebut sudah dibahas bersama Adhitia dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkot Cimahi.

"Target 100 hari salah-satunya yaitu tadi, kita akan menyelesaikan sampah termasuk pendidikan," tuturnya.

"Kita cek pendidikan, tidak ada lagi kamar mandi ataupun sekolah-sekolah yang kurang laik, sehingga anggaran kita berikan untuk pembangunan di sekolah," tandasnya.*** 


Editor : Ahmad Sayuti