Korban Tewas Kebakaran Hebat Kompleks Apartemen Hongkong 146 Orang

Korban tewas akibat kebakaran hebat di kompleks apartemen Wang Fuk Court bertambah menjadi 146 orang. Hal tu dilaporkan langsung oleh Otoritas Hongkong pada Minggu 30 November 2026 kemarin.

Korban Tewas Kebakaran Hebat Kompleks Apartemen Hongkong 146 Orang
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-korban tewas akibat kebakaran hebat di kompleks apartemen Wang Fuk Court bertambah menjadi 146 orang. Hal tu dilaporkan langsung oleh Otoritas Hongkong pada Minggu 30 November 2026 kemarin.

Kebakaran hebat tersebut menjadi tragedi paling mematikan di Hongkong dalam beberapa dekade terakhir. Polisi memastikan 159 orang dinyatakan hilang berada dalam kondisi selamat, sementara proses identifikasi terus berlangsung.

Kepala unit verifikasi korban, Tsang Shuk-yin, mengatakan jumlah korban luka mencapai 79 orang hingga Minggu pukul 16.00 waktu setempat, termasuk 12 petugas pemadam kebakaran.

"Tercatat 100 laporan orang hilang yang belum dapat ditelusuri akibat data tidak lengkap, pelapor tidak memiliki alamat korban, atau individu yang dilaporkan bukan penghuni Wang Fuk Court," katanya seperti dikutip antara.

Sebanyak 40 orang masih tercatat hilang, dan upaya pencarian terus dilakukan, lapor South China Morning Post.

Hong Kong memasuki masa berkabung tiga hari pada Sabtu untuk menghormati para korban, sementara operasi penyelamatan memasuki hari kelima meski api telah berhasil dikendalikan.

Otoritas setempat memperingatkan jumlah korban jiwa kemungkinan bertambah menyusul penemuan lebih banyak jasad dalam bangunan yang hangus terbakar.

Kebakaran di kompleks Wang Fuk Court, yang memiliki lebih dari 1.900 unit, itu terjadi pada Rabu siang dan menyebar cepat. Kebakaran diduga dipicu perancah bambu yang terpasang di bagian luar gedung.

Kompleks tersebut terdiri dari delapan menara yang dihuni sekitar 4.000 orang. Pada Jumat, sekitar 800 warga telah dievakuasi ke hotel dan tempat tinggal sementara.

Polisi menahan dua direktur dan seorang konsultan teknik dari Prestige Construction & Engineering Company atas dugaan pembunuhan tidak berencana (manslaughter).

Menurut penyelidik, perancah bambu dan lembaran plastik penutup jendela mempercepat penyebaran api hingga melalap beberapa lantai dalam hitungan menit.

Tragedi ini menjadi kebakaran pertama dalam 17 tahun terakhir di Hong Kong yang mencapai status darurat level 5, kategori tertinggi dalam sistem penanganan bencana kota itu.***


Editor : JakaPermana