Korea Disebut Penuh 'Setan' oleh Media Luar Negeri dan Fans Internasional karena Menghukum Suga BTS

Suga BTS menerima hukuman denda karena mengemudi sekuter listrik saat mabuk, media liar negeri dan fans internasional sebut Korea banyak setannya.

Korea Disebut Penuh 'Setan' oleh Media Luar Negeri dan Fans Internasional karena Menghukum Suga BTS
Suga BTS.

INILAHKORAN, Bandung - Hukuman untuk Suga BTS yang Mengemudi Sekuter listrik dalam keadaan Mabuk kini telah ditetapkan.

Hakim Lee Yoo Seop dari Pengadilan Distrik Barat Seoul mengeluarkan perintah ringkasan berupa denda sebesar 15 juta won untuk Suga BTS.

Di mana Suga BTS didakwa mengemudi dalam keadaan mabuk berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas Jalan. 

Denda tersebut akan secara resmi dicatat sebagai tindak pidana. Jika Suga BTS tidak setuju dengan putusan tersebut, dia berhak meminta persidangan formal dalam waktu satu minggu.

Berita hukuman Suga BTS ini mendapat perhatian besar, tidak hanya di Korea Selatan tetapi juga dari Media Internasional seperti Billboard, Rolling Stone, NME, Variety dan NHK.

Fans di luar negeri bereaksi dengan komentar seperti "hapus ini", "apakah dia harus membayar $11.000 hanya karena dia member BTS?", "biarkan Suga sendiri", "hukum Korea tidak berguna dan tidak berarti", "Korea penuh dengan setan" dan "sangat memalukan bahwa masyarakat ini terus melecehkan seseorang yang tidak menyakiti siapa pun. Korea harus fokus pada masalah yang sebenarnya daripada menyiksa harta nasional."

Fans internasional juga menunjuk pada liputan media ketika Suga BTS dipanggil ke Kantor Polisi Seoul Yongsan pada bulan Agustus untuk diinterogasi polisi terkait insiden mengemudi dalam keadaan mabuk, menuntut boikot media Korea.

Di sisi lain, fans Korea mengungkapkan kekhawatiran tentang bagaimana tuduhan mengemudi dalam keadaan mabuk terhadap Suga BTS dapat memengaruhi aktivitas BTS secara keseluruhan, yang direncanakan pada tahun 2025. 

Fans terbagi, sebagian mendukung Suga BTS, sementara yang lain menyerukan agar dia keluar dari grup.

Kekhawatiran tersebut mencakup rusaknya citra moral BTS, potensi keterbatasan pada aktivitas mereka, dan persepsi sosial negatif yang mungkin dihadapi grup tersebut.

Sebelumnya, Suga BTS ditemukan oleh polisi pada bulan Agustus setelah terjatuh dari skuter listriknya saat berkendara dalam keadaan mabuk di Yongsan-gu.

Hasil tes breathalyzer menunjukkan kadar alkohol dalam darahnya adalah 0,227%. 17 hari setelah kejadian, Suga BTS hadir di Kantor Polisi Yongsan untuk diinterogasi dan mengakui tuduhan mengemudi dalam keadaan mabuk setelah tiga jam penyelidikan.

Setelah penyelidikan polisi, Suga BTS menyampaikan permintaan maaf kedua, dengan menyatakan, “pada malam tanggal 6 Agustus, saya melakukan kesalahan dengan mengendarai skuter listrik di trotoar setelah minum.”

Dia mengungkapkan penyesalannya, dengan mengatakan, “Saya telah meninggalkan noda besar pada kenangan berharga yang saya buat bersama para anggota dan penggemar, dan saya telah membawa aib bagi nama BTS.”

Suga BTS juga menyebutkan bahwa dia akan menerima hukuman apa pun di masa mendatang.

Skuter listrik yang disebutkan Suga BTS dalam permintaan maafnya diklasifikasikan sebagai alat mobilitas pribadi, yang memerlukan lisensi untuk mengoperasikannya, dan dikenakan hukuman yang sama untuk mengemudi dalam keadaan mabuk seperti kendaraan bermotor lainnya berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas Jalan.

Setelah Suga BTS dijatuhi hukuman, sejumlah penggemar mulai berkampanye mendesak agar Suga keluar dari grup, dengan slogan-slogan seperti:

"Aib terbesar bagi grup adalah memiliki pelanggar aturan mengemudi dalam keadaan mabuk, manajemen etika BTS dimulai dengan keluarnya Suga".***


Editor : Irma Nurfajri