Kurangi Sampah ke TPA Sarimukti, DLH Kota Bandung Akan Masifkan Home Composting

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung akan memasifkan gerakan home composting atau pengomposan rumah, untuk menekan pengiriman sampah ke TPA Sarimukti.

Kurangi Sampah ke TPA Sarimukti, DLH Kota Bandung Akan Masifkan Home Composting
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung akan memasifkan gerakan home composting atau pengomposan rumah, untuk menekan pengiriman sampah ke TPA Sarimukti./Istimewa

INILAHKORAN, Bandung - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung akan memasifkan gerakan home composting atau pengomposan rumah, untuk menekan pengiriman Sampah ke TPA Sarimukti.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung Salman Faruq menjelaskan, home composting merupakan proses pengolahan sampah rumah tangga menjadi kompos.

"Karena memang, hampir 50 persen sampah di Kota Bandung merupakan sampah organik. Nah kita akan coba memasifkan home composting ini," kata Salman Faruq pada Sabtu 4 November 2023.

Sebagai langkah awal, DLH Kota Bandung dituturkan ia akan membagikan ember, karung dan kompos kepada 20 persen kepala keluarga (KK) di Kota Bandung. Sistem pembagian dilakukan secara acak.

Dengan asumsi satu KK empat orang, dan masing-masing jiwa menghasilkan 0,3 kg sampah organik. Maka dapat diestimasikan bisa mengurangi sampah organik sebanyak 100 ton dalam satu hari.

"Nanti kita akan maju ke tingkat komunal yakni menjangkau kelurahan. Harapannya, kelurahan mampu membuat fasilitas mengolah sampah satu ton satu hari. Di skala kota kita rencanakan di Gedebage," ucapnya.

Metode home composting, dikemukakan Salman hanya difokuskan di lingkungan masyarakat. Sementara pengolahan sampah mandiri baik di dan luar pemerintahan, melanjutkan pola yang telah ada.

Halnya hotel, mal, sekolah, rumah sakit, kantor swasta dan lain sebagainya, diharapkan dapat meniru atau menduplikasi metode pengolahan sampah secara mandiri yang lebih dahulu telah berjalan.

"Ini terus kita galakan, dan sudah ada contoh baik. Misal Hotel Grand Tjokro Premiere, Mal PVJ. Nah mereka kawasan berpengelola, bisa menduplikasi apa yang telah dilakukan pelaku usaha ini," ujar dia. *** (Yogo Triastopo)


Editor : JakaPermana