Lebih Utama Mana, Kurban untuk Diri Sendiri atau Orang Tua? Buya Yahya Berikan Jawabannya!

Namun, tak jarang muncul kebingungan di antara para pekurban, terutama bagi mereka yang ingin berkurban atas nama diri sendiri dan orang tua. Pertanyaannya, manakah yang lebih diutamakan?

Lebih Utama Mana, Kurban untuk Diri Sendiri atau Orang Tua? Buya Yahya Berikan Jawabannya!
Kurban untuk Diri Sendiri atau Orang Tua? Buya Yahya Berikan Jawabannya!

INILAHKORAN, Bandung – Bagi umat Islam, Hari Raya Idul Adha identik dengan momen penuh berkah untuk melaksanakan ibadah kurban.

Namun, tak jarang muncul kebingungan di antara para pekurban, terutama bagi mereka yang ingin berkurban atas nama diri sendiri dan orang tua. Pertanyaannya, manakah yang lebih diutamakan?

Buya Yahya memberikan jawaban yang jelas dan lugas terkait pertanyaan tersebut.

Baca Juga : Bolehkah Berkurban Jika Masih Punya Hutang? Kata Buya Yahya, Sebaiknya...

Dalam salah satu ceramahnya, beliau menjelaskan bahwa kurban untuk diri sendiri sebaiknya diutamakan, terlebih jika menggunakan uang pribadi.

"Kalau itu uang Anda, maka lebih utama untuk diri Anda karena ini ibadah pribadi," jelas Buya Yahya.

Alasan utama di balik pernyataan Buya Yahya adalah karena kurban merupakan ibadah yang bersifat personal. Setiap individu bertanggung jawab atas kewajibannya sendiri dalam beribadah.

Baca Juga : Tidur Dulu Niat Tahajud, Bolehkah Tunda Shalat Isya? Buya Yahya Beberkan Jawabannya!

Namun, Buya Yahya juga menambahkan bahwa tidak ada larangan untuk berkurban atas nama orang tua. Hal ini diperbolehkan dan bahkan bisa menjadi bentuk bakti anak kepada orang tua.

Halaman :


Editor : Yosep Saepul Ramadan