Lembang Banjir, Dedi Mulyadi Bakal Tanam Bambu dan Benahi Drainase dari Bandung Sampai Karawang

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku telah mengetahui, penyebab banjir yang terjadi di Lembang, Kabupaten Bandung Barat beberapa hari terakhir.

Lembang Banjir, Dedi Mulyadi Bakal Tanam Bambu dan Benahi Drainase dari Bandung Sampai Karawang

INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku telah mengetahui, penyebab banjir yang terjadi di Lembang, Kabupaten Bandung Barat beberapa hari terakhir.

Dedi mengatakan, sejak dulu kawasan hulu telah rusak. Maka dari itu, rencananya pada November ini pihaknya bakal menanam bambu secara massif di kawasan hutan gundul.

"Jadi gini, saya sudah tahu itu problemnya. Satu, memang daerah hulunya rusak, kita tahulah hutannya sudah tidak ada. Maka, November nanti kita akan segera menanam bambu dari daerah hutan yang gundul, di Lembang," ujar Dedi di Kota Bandung baru-baru ini.

Selain itu, Pemprov Jabar melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) juga bakal membongkar seluruh drainase yang ada, untuk dibenahi. Termasuk melibatkan bupati, untuk menangani masalah banjir yang terjadi.

"Kedua, per hari ini seluruh drainasenya dibongkar, kemarin saya sudah minta Dinas Perkim bersama bupati menganalisis, karena problemnya sederhana, drainasenya tertutup," ucapnya.

Disinggung soal dugaan pelanggaran tata ruang oleh kawasan wisata, Dedi mengatakan akan dievaluasi. Terutama meminta Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail untuk mengevaluasi.

"Kita evaluasi, Bupatinya segera evaluasi tata ruang. Kalau kita sih secara teknis sudah membuat larangan alih fungsi lahan, itu jelas. Dari larangan itu, segera harus diterjemahkan dengan Perbupnya masing-masing atau Perwalkotnya, setelah itu buat analisis tata ruang," kata dia.

Bila ternyata kawasan wisata melanggar tata ruang kata Dedi, maka pemerintah harus berani membongkar.

"Ya sudah, bongkar saja," ucapnya.

Soal pembongkaran drainase, dia mengatakan seluruh saluran air yang berada di jalan milik provinsi, bakal dibongkar mulai dari Kota Bandung hingga Kabupaten Karawang.

"Secara teknis alat beratnya sudah turun, hari ini kita membuat drainase, rencananya dari Kota Bandung sampai Karawang. Jadi di seluruh jalan provinsi dibuat drainase yang cukup, jangan dulu dibangun jalan sebelum drainase dibangun," tandasnya. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti