Lewat BBB 2026, Produk UMKM Kota Bandung Ditargetkan Makin Dikenal Nasional

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menggelar Bulan Belanja Bandung (BBB) 2026, sebagai upaya memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM

Lewat BBB 2026, Produk UMKM Kota Bandung Ditargetkan Makin Dikenal Nasional
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menggelar Bulan Belanja Bandung (BBB) 2026, sebagai upaya memperluas akses pasar bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Bandung.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin mengatakan, program tersebut dirancang membantu pelaku UMKM meningkatkan jangkauan pemasaran sekaligus memperkuat posisi produk lokal di tengah persaingan yang semakin ketat.

"Melalui rangkaian kegiatan yang kami siapkan, pelaku UMKM memiliki kesempatan lebih besar untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Bandung," kata Ronny Ahmad Nurudin, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, BBB tidak hanya berfokus pada peningkatan transaksi perdagangan. Namun juga, menjadi sarana promosi bagi produk-produk unggulan daerah. Karena itu, berbagai kegiatan yang digelar akan melibatkan pelaku usaha dari beragam sektor.

Ronny menuturkan, keberadaan UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian Kota Bandung. Oleh sebab itu, pemerintah terus berupaya menghadirkan ruang promosi dan pemasaran yang lebih luas bagi para pelaku usaha.

"Kami ingin produk-produk buatan Bandung semakin dikenal, dan mampu bersaing di pasar yang lebih besar. Ini menjadi momentum bagi UMKM untuk menunjukkan kualitas dan kreativitas yang mereka miliki," ucapnya.

Dituturkannya, BBB 2026 akan berlangsung sepanjang Juni hingga Agustus dengan sejumlah agenda utama. Di antaranya Pasar Kreatif Bandung, Indonesia Shopping Festival (ISF), Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) hingga Bandung Great Sale yang akan digelar di kawasan Laswi Heritage.

Selain memberikan peluang pemasaran, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mempertemukan pelaku usaha dengan calon konsumen secara lebih luas. Kehadiran wisatawan dari luar daerah, dinilai dapat menjadi peluang tambahan untuk meningkatkan penjualan produk lokal.

Ronny menambahkan, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan UMKM. Pemerintah kota menggandeng asosiasi usaha, pengelola pusat perbelanjaan, sektor pariwisata serta pelaku ekonomi kreatif agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih merata.

"Ketika seluruh pihak bergerak bersama, peluang UMKM untuk berkembang juga akan semakin besar. Karena itu, kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Melalui BBB 2026, kami berharap semakin banyak UMKM yang mampu memperluas pasar, meningkatkan omzet dan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah," ujar dia.***


Editor : JakaPermana