Longsor Pangalengan Renggut Nyawa Bayi dan Balita 5 Tahun

Seorang bayi dan satu balita meninggal dunia akibat bencana longsor di Kampung Mekarsari, Desa Tribakti Mulya, Pangalengan, Kabupaten Bandung

Longsor Pangalengan Renggut Nyawa Bayi dan Balita 5 Tahun
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat mengunjungi keluarga korban longsor di Kampung Mekarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Minggu 1 Februari 2026.

INILAHKORAN.ID - Bencana longsor di Kampung Mekarsari, Desa Tribakti Mulya, Kecamatan Pangalengan merenggut korban jiwa seorang bayi dan balita. 

Insiden longsor tersebut terjadi Minggu 1 Februari 2026, sekitar pukul 14.00 WIB. saat kawasan Pangalengan diguyur hujan deras.

Longsor menyebabkan tembok dapur rumah korban runtuh dan menimpa kedua anak bersama material tanah dan batu. Akibatnya bayi tersebut meninggal di lokasi, sementara balita liman tahun meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit.  

Usai mendapat laporan mengenai longsor di Pangalengan tersebut, Bupati Bandung Dadang Supriatna langsung datang ke lokasi. Dia pun meninstruksikan jajarannya, seperti BPBD dan instansi lainnya untuk segera mengevakuasi warga yang terdampak ke tempat yang lebih aman. 

“Saya merasa sangat berduka atas musibah longsor ini. Korbannya dua anak, masing-masing berusia tiga bulan dan lima tahun. Insya Allah, kami akan bantu penyediaan tanah berikut rumah agar bisa ditempati secara layak dan aman,” katanya.

Ia menjelaskan peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 14.00 WIB saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut, sehingga mengakibatkan tembok dapur rumah korban runtuh dan menimpa kedua anak bersama material tanah dan batu.

Bayi berusia tiga bulan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara anak berusia lima tahun sempat dilarikan ke rumah sakit, namun meninggal dunia dalam perjalanan akibat luka berat yang dialaminya.

Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparat desa, serta unsur terkait langsung melakukan penanganan awal setelah kejadian, termasuk mengimbau warga di sekitar lokasi rawan untuk mengungsi sementara guna mengantisipasi potensi longsor susulan.

“Ada sekitar enam rumah yang kami minta untuk dikosongkan sementara. Pemerintah daerah akan memberikan bantuan kontrak rumah selama tiga bulan bagi warga terdampak,” ujarnya.

Dadang memastikan pemerintah daerah akan memberikan perhatian khusus kepada keluarga korban yang diketahui tidak memiliki rumah dan masih berstatus mengontrak.
 


Editor : Ahmad Sayuti