Man City 5-1 Aek Athens: Pembuktian Foden
BAGI seorang Phil Foden, tiga gol ke gawang AEK Athens adalah sebuah pelukan hangat dari takdir yang sempat menjauhinya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh:Bsafaat
Laga Manchester City vs AEK di Etihad Stadium, Rabu (21/10) dini hari WIB seperti sebuah kepulangan indah Foden dari masa-masa kegelapan.
Dua tahun terakhir bukanlah waktu yang ramah bagi pemuda asli Stockport ini. Foden, yang sejak usia delapan tahun bermimpi mengenakan seragam langit biru Man City, mendapati dirinya terasing dari performa terbaiknya.
Kritik datang bertubi-tubi.
Namanya dicoret dari skuad Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026, sebuah pukulan telak bagi pemain yang digadang-gadang sebagai masa depan sepak bola Inggris.
Awal musim di bawah asuhan pelatih baru, Enzo Maresca, juga tidak berjalan mulus. Hukuman kartu merah yang diterimanya pada laga derbi melawan Manchester United September lalu seolah menjadi titik nadir dari frustrasi yang ia pendam.
Foden sempat goyah, terbebani oleh ekspektasi publik dan bayang-bayang kehebatannya sendiri di masa lalu. Ia harus berjuang melawan keraguan yang membisik di telinganya setiap kali ia melangkah ke lapangan.
Namun Ketika Erling Haaland harus diistirahatkan karena benturan pada kakinya, Maresca menaruh beban berat di pundak Foden untuk mengisi peran false nine.
Di sinilah mentalitas seorang pejuang diuji. Alih-alih tertekan, Foden mengubah Etihad menjadi ruang pembuktiannya.
Gol pertamanya di menit ke-34, hasil umpan matang Rico Lewis, dilesakkan dengan sebuah tembakan keras yang menghunjam gawang lawan.
Ada riak kelegaan yang luar biasa saat ia merayakan gol tersebut. Namun, magis sesungguhnya terjadi di babak kedua. Foden melengkapi hat-trick pertamanya di Liga Champions lewat sontekannya di menit ke-65 dan ke-76.
Setiap kali bola menyentuh jala gawang AEK Athens, Foden merayakannya dengan emosi yang tumpah ruah. Tato nomor 47 di lehernya—penghormatan untuk mendiang kakeknya—berkali-kali ia tunjukkan ke arah tribune. Itu adalah pesan sunyi bahwa ia tidak pernah berjuang sendirian.
Saat peluit panjang berbunyi, Foden berjalan ke tengah lapangan untuk menerima penghargaan Man of the Match. Bola pertandingan didekapnya dengan erat, seolah takut momentum magis itu akan menguap begitu saja.
Penampilan Foden itu mendapat sanjungan dari mantan pemain Man City, Joleon Lescott.
Dia menyebut bahwa permainan Foden sebagai ujung tombak Man City sangat memukau.
“Itulah kata yang akan saya gunakan untuk menggambarkan dirinya - indah. Penyelesaian akhir yang dilakukannya sangat memukau,” kata Lescott dikutip dari TNT Sports.
“Saya pikir dia telah meyakinkan manajer bahwa jika Erling Haaland tidak bisa bermain karena alasan apa pun sepanjang musim ini, dialah orang yang tepat untuk mengisi posisi nomor sembilan,” tambahnya.
Manajer City Enzo Maresca tak cuma memuji Foden atas performanya. Ia juga senang City membuktikan bahwa ada opsi sumber gol lain selain dari Haaland.
“Saya menganggapnya sebagai salah satu pemain Inggris terbaik.
Kami yakin dia akan membantu kami musim ini.Kami tahu Phil adalah pemain top. Dia memang punya beberapa masalah. Tapi saya sangat ingin dia ada dengan cara terbaik,” ujar Maresca seperti dilansir Sky Sports.
Pelatih asal Italia ini berharap Foden bisa konsisten mencetak gol ketika dimainkan sebagai seorang goal getter.
“Saya butuh opsi itu, jadi saya ikut senang untuknya, tapi juga untuk tim karena kami punya senjata lain yang bisa kami gunakan,” pungkasnya. (bsf)
DATA FAKTA | Waktu: Rabu (21/10) ; Kick Off Pukul 02.00 WIB | Tempat: Etihad Stadium | Wasit: W Delajod | Man of the Match: Phil Foden Pencetak Gol: Man City (Anderson 12’, Foden 34’, 65’, 76’, CHerki 57’) ; AEK (Pilo 52’) | Kartu Kuning: Man City (Gvardiol) ; AEK Athens (-) | Kartu Merah: -
Editor : Inilahkoran
