Marc Klok Bicara Soal Emosi di Ruang Ganti Persib
Kapten Persib Bandung Marc Klok memastikan keharmonisan ruang ganti menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi timnya di tengah padatnya jadwal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kapten Persib Bandung Marc Klok memastikan keharmonisan ruang ganti menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi timnya di tengah padatnya jadwal pertandingan.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut seluruh pemain untuk mampu mengendalikan emosi, menekan ego, dan tetap mengutamakan kepentingan tim.
Klok menyadari setiap pemain memiliki ambisi yang sama, yakni mendapatkan kesempatan bermain dan berkontribusi di lapangan. Namun, dalam sepak bola, keinginan tersebut tidak selalu bisa terpenuhi lantaran terdapat rotasi dengan alasan kebugaran hingga taktik.
Situasi tersebut yang berpotensi memunculkan kekecewaan. Terlebih, ketika seorang pemain merasa siap tampil, tetapi justru harus menyaksikan rekan setimnya mendapat kesempatan bermain.
Menurut Klok, kunci untuk melewati situasi tersebut adalah menjaga kebersamaan dan membangun hubungan yang kuat antara pemain dengan pelatih.
“Saya pikir pelatih, saya, dan seluruh tim, jujur saja, sangat dekat satu sama lain. Saya pikir itu sesuatu yang sangat penting dalam periode seperti ini, karena kami harus tetap bersama,” ujar Klok, Rabu (14/10/2026).
Pemain bernomor punggung 23 itu memahami setiap pertandingan menghadirkan situasi berbeda. Ada pemain yang tampil pada satu laga, tetapi harus menepi pada pertandingan berikutnya.
Keputusan tersebut tidak selalu berkaitan dengan kualitas seorang pemain. Kebugaran, kebutuhan taktik, dan pertimbangan pelatih menjadi bagian dari dinamika tim yang harus diterima oleh seluruh anggota skuat.
“Anda harus melakukan rotasi karena kebugaran, keputusan, dan taktik. Setiap pemain selalu ingin bermain di setiap pertandingan dan setiap menit. Itu bisa memicu emosi karena terkadang Anda tidak bermain,” tuturnya.
Bagi Klok, persoalannya bukan sekadar bagaimana pemain menerima keputusan pelatih, melainkan bagaimana mereka mengelola perasaan agar tidak berkembang menjadi masalah di dalam ruang ganti.
“Pertanyaannya lebih kepada bagaimana mengelola situasi sehingga semua orang merasa senang, semua orang mendapat kesempatan untuk berkontribusi, dan semua orang siap tampil ketika mendapatkan kesempatan,” kata Klok.
Dia ingin seluruh pemain mampu menjaga sikap profesional tanpa harus terjebak dalam perdebatan, rasa kesal, atau keluhan akibat minimnya menit bermain. Menurutnya, menjaga mental tetap positif jauh lebih penting demi kepentingan kolektif tim.
"Tanpa berdebat, tanpa merasa kesal, tanpa mengeluh, tetapi tetap berada dalam kondisi mental yang positif untuk berkontribusi bagi tim,” tegasnya.
Editor : Doni Ramdhani
