Mateo Retugi Tinggalkan Atalanta ke Al-Qadsiah, Kenapa yang Bersorak Lima Klub Argentina Ini?

Mateo Retegui resmi meninggalkan Atalanta, bergabung dengan klub Arab Saudi, Al-Qadsiah. Lima klub Argentina ikut bersorak. Kenapa?

Mateo Retugi Tinggalkan Atalanta ke Al-Qadsiah, Kenapa yang Bersorak Lima Klub Argentina Ini?
Mateo Retugi, penyerang Atalanta, resmi berpindah klub. Al-Qadsiah jadi klub barunya setelah melakukan transfer Mateo Retugi. (X@AlQadsiahEN)

INILAHKORAN, Bandung – Mateo Retegui resmi meninggalkan Atalanta, bergabung dengan klub Arab Saudi, Al-Qadsiah. Lima klub Argentina ikut bersorak. Kenapa?

Salah satu telenovela paling tak terduga di bursa transfer telah berakhir. Mateo Retegui diperkenalkan sebagai pemain baru Al-Qadsiah dari Arab Saudi, setelah musim yang gemilang bersama Atalanta. 

Al-Qadsiah, klub Arab Saudi tersebut membayar 65 juta euro untuk transfernya. Bagi Mateo Retegui, perpindahan menjadi perjudian besar, hanya setahun menjelang Piala Dunia 2026.

Atalanta senang karena mendapatkan uang banyak dari transfer Mateo Retegui ke Al-Qadsiah. Tapi, perpindahan ini juga disambut senyuman lebar lima klub Argentina.

Kelima klub tersebut akan merayakan kisah transfer tersebut karena mereka juga akan kecipratan sejumlah uang yang cukup besar. Ini karena peran mereka membesarkan Mateo Retegui.

Lima klub tersebut terdiri dari Boca Juniors, River Plate, Estudiantes, Talleres, dan Tigre.

Lima klub tersebut memiliki peran besar dalam perjalanan karier Mateo Retegui. Klub inilah yang membuatnya memiliki modal bergabung dan bersinar bersama Atalanta.

Kelima klub itu akan menerima bagian dari transfer Mateo Retegui dari Atalanta ke Al-Qadsiah. Bonus kedua bagi mereka setelah sebelumnya juga menerima jatah hanya dalam setahun, yakni saat Mateo Retegui bergabung dengan Atalanta dari Genoa.

Musim lalu, Mateo Retegui meninggalkan Genoa ke Atalanta dengan nilai transfer 25 juta euro. Kali ini, nilai transfernya meningkat lebih dua kali lipat.

Berdasarkan aturan FIFA, kelima klub Argentina itu berhak menerima prosentase dari biaya transfer internasional sebagai hasil dan pengembangan pemain antara usia 12 hingga 23 tahun. (*)


Editor : Zulfirman