Meniti Asa Berdaya Selamanya

Meniti Asa Berdaya Selamanya
BERDAYA: Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar saat menghadiri kegiatan Perintis Berdaya Connect Bandung (PBC), Selasa (20/10). Dia mendorong penerima bansos mulai berani meningkatkan kemandirian ekonomi.(INILAH/ YOGO TRIASTOPO)

MENTERI Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar dorong penerima bansos tingkatkan kemandirian ekonomi melalui penguatan kapasitas dan pendampingan usaha.

Oleh : Yogo Triastopo

Dia mengatakan, pemerintah mengusung paradigma “Bansos Sementara, Berdaya Selamanya” agar penerima bantuan mampu meningkatkan taraf hidup dan bertransformasi menjadi pelaku ekonomi mandiri.

“Dalam dua tahun terakhir, kami telah mendorong perubahan paradigma baru dengan tagline ‘Bansos Sementara, Berdaya Selamanya’,” kata Muhaimin Iskandar dalam kegiatan Perintis Berdaya Connect Bandung (PBC), Selasa (20/10).

Menurutnya, pemberian bantuan sosial perlu diiringi peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat. Pendampingan dan kesempatan mengembangkan usaha, menjadi bagian penting agar penerima manfaat tidak terus bergantung pada bantuan.

“Artinya para penerima bantuan sosial harus terus mendapatkan peningkatan kapasitas, atau capacity building agar dapat naik kelas menjadi pelaku ekonomi,” ucapnya.

Muhaimin berharap, pendekatan pemberdayaan mampu mengurangi jumlah masyarakat yang bergantung pada bantuan sosial. Sebaliknya jumlah masyarakat yang mandiri dan berdaya, diharapkan terus bertambah seiring peningkatan kemampuan ekonomi.

Penguatan kemandirian masyarakat juga dilakukan melalui pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Dukungan terhadap pelaku usaha tidak cukup hanya berupa bantuan modal, tetapi perlu mencakup seluruh rantai usaha mulai dari akses bahan baku hingga pemasaran.

“Kami ingin memastikan pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan bantuan permodalan, tetapi juga memiliki akses bahan baku, mampu meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan teknologi dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar dia.

Dia menjelaskan, pemerintah mulai memperbaiki regulasi dan menyempurnakan kolaborasi dalam pemberdayaan UMKM selama dua tahun terakhir.

Langkah itu, dilakukan agar pelaku usaha mampu mempertahankan keberlangsungan bisnis sekaligus meningkatkan daya saing.

“Alhamdulillah, sekarang UMKM mulai tumbuh dan dapat mempertahankan keberlangsungan usahanya. Ke depan, kolaborasi dengan berbagai pihak akan terus diperkuat agar UMKM semakin berkembang dan memiliki daya saing,” tuturnya.

Muhaimin menambahkan, melalui penguatan ekosistem usaha. Pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan.

"Penerima bansos tidak hanya memperoleh dukungan dalam memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memiliki kesempatan mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan secara mandiri," bebernya.

UMKM Bangkit Sementara itu, Muhaimin mendorong UMKM memanfaatkan bahan baku lokal di tengah gejolak ekonomi global. Langkah itu, diharapkan memperkuat pasokan domestik sekaligus menjaga keberlangsungan usaha.

Dia menyampaikan, kondisi geoekonomi dan geopolitik global yang bergejolak perlu disikapi dengan memperkuat kemampuan produksi dalam negeri. Situasi tersebut, juga dinilai dapat menjadi momentum bagi pelaku UMKM agar bangkit dan meningkatkan daya saing.

"Situasi ini juga menjadi momentum bagi UMKM untuk bangkit, terutama ketika kondisi geoekonomi dan geopolitik global sedang mengalami gejolak," katanya.

Salah satu langkah yang didorong, adalah pemenuhan kebutuhan bahan baku dari dalam negeri. Upaya itu perlu diiringi pengembangan industri pertanian agar mampu mendukung kebutuhan produksi, sekaligus memperkuat rantai pasok bagi pelaku usaha.

"Hari ini, kami mendorong agar kebutuhan bahan baku dapat dipenuhi dari dalam negeri. Kami juga mendorong pertumbuhan industri pertanian, agar mampu mendukung kebutuhan produksi dan memperkuat pasokan domestik," ucapnya.

Selain memperkuat pasokan bahan baku, pemerintah berupaya meningkatkan daya beli masyarakat sebagai bagian dari strategi pengembangan UMKM. Pertumbuhan jumlah masyarakat kelas menengah, dinilai berperan penting dalam memperluas pasar dan meningkatkan permintaan terhadap produk usaha lokal.

Muhaimin menilai, peningkatan daya beli masyarakat dapat membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha dalam memasarkan produknya. Pasar yang lebih kuat juga, diharapkan membantu UMKM mempertahankan kegiatan usaha di tengah tekanan ekonomi.

"Kedua, kami terus bekerja keras agar jumlah masyarakat kelas menengah bertambah dan daya beli meningkat. Itulah yang terus dilakukan pemerintah," ujar dia.

Penguatan UMKM juga perlu didukung akses permodalan, teknologi, pelatihan dan pemasaran. Melalui Perintis Berdaya Connect, pemerintah berupaya membangun ekosistem pemberdayaan usaha masyarakat yang menghubungkan berbagai kebutuhan pelaku UMKM mulai dari peningkatan kapasitas hingga perluasan pasar.

Dia menjelaskan, penguatan ekosistem usaha membutuhkan kolaborasi lintas kementerian, lembaga, badan usaha, inkubator bisnis dan lembaga filantropi. Kerja sama itu, diharapkan memperluas dukungan bagi pelaku usaha mulai dari pemenuhan bahan baku hingga pemasaran produk. (bsf)


Editor : Inilahkoran