Mental Rapuh si Nyonya Tua

Kekalahan di kandang sendiri bukan sekadar soal tiga gol yang bersarang di gawang Juventus.

Mental Rapuh si Nyonya Tua
Net

Oleh: Bsafaat

Kekalahan di kandang sendiri bukan sekadar soal tiga gol yang bersarang di gawang Juventus. Bagi Gleison Bremer, ada persoalan yang lebih mengkhawatirkan: mentalitas rekan-rekannya kian rapuh.

Juventus dipaksa menelan pil pahit takluk 0-3 dari Lazio pada pekan ketujuh Liga Italia 2026/2027 di Allianz Stadium, Senin (19/10) dini hari WIB.

Di hadapan pendukung sendiri, Bianconeri tak mampu membendung efektivitas tim tamu. Lazio bahkan sukses menyapu bersih tiga tembakan tepat sasaran menjadi gol.

Oliver Provstgaard membuka keunggulan Lazio pada menit ke-37 melalui sundulan yang menyambut umpan silang Mattia Zaccagni.

Juventus yang berusaha bangkit justru kembali kebobolan pada menit ke-66. Gustav Isaksen mencatatkan namanya di papan skor setelah mengecoh Zeki Celik dan melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti.

Penderitaan tuan rumah mencapai puncaknya menjelang laga berakhir. Pada menit ke-89, Fisayo Dele-Bashiru memenangi adu kecepatan melawan Bremer sebelum memastikan kemenangan Lazio menjadi 3-0.

Bagi Juventus, hasil ini menjadi kekalahan kedua di Serie A musim ini setelah sebelumnya takluk dari Sassuolo pada September.

Posisi mereka pun merosot ke peringkat kedelapan klasemen sementara dengan koleksi 11 poin dari tujuh pertandingan, terpaut delapan poin dari Inter Milan yang berada di puncak.

Namun, angka-angka di papan skor bukan satu-satunya hal yang membuat Bremer kecewa. Bek asal Brasil itu merasa Juventus gagal menunjukkan permainan yang pantas untuk klub sebesar mereka.

"Performa kami buruk, jadi wajar jika kami tidak senang telah merepresentasikan seragam Juventus dengan cara seperti ini. Namun, kami harus menganalisis kesalahan-kesalahan kami dan segera kembali ke jalur yang benar, karena tidak ada waktu untuk hal lain," ujar Bremer kepada Sky Sport Italia.

Kekecewaan Bremer semakin terasa ketika melihat bagaimana pertandingan berubah setelah Lazio mencetak gol pertama. Menurutnya, Juventus sebenarnya mampu bermain cukup baik dan menciptakan sejumlah peluang. Akan tetapi, satu gol dari tim lawan justru memunculkan frustrasi yang sulit mereka atasi.

"Kami memiliki sejumlah peluang dan bermain dengan baik sampai mereka mencetak gol. Fakta bahwa mereka berhasil mencetak gol dari peluang pertama yang mereka ciptakan menimbulkan rasa frustrasi yang nyata bagi kami. Itu adalah sesuatu yang harus segera kami perbaiki," tuturnya.

Kekalahan telak tersebut membuat pelatih Luciano Spalletti mulai mengevaluasi pendekatan yang diterapkannya. Ada banyak hal yang perlu diperbaiki, tetapi Bremer merasa persoalan Juventus tidak bisa semata-mata dibebankan kepada sang pelatih.

"Memang benar, pelatih memberikan arahan, tetapi kamilah yang harus menerapkannya di lapangan. Namun, ada 11 pemain di lapangan, ditambah lima pemain dari bangku cadangan, jadi saya tidak bisa memikul beban semuanya sendirian," kata Bremer. (bsf)


Editor : Inilahkoran