Merajut Kemitraan, Membuka Peluang Bisnis Tiga Kota

PENGUSAHA muda Bogor, Bekasi, dan Depok menjajaki peluang kolaborasi melalui Business Matching Day. Pertemuan ini diharapkan membuka pasar baru.

Merajut Kemitraan, Membuka Peluang Bisnis Tiga Kota
PENGUSAHA MUDA: BPC HIPMI Kota Bogor, Kota Bekasi dan Kota Depok menggelar kegiatan Business Matching Day untuk mempertemukan para pengusaha muda dari tiga kota.

Peluang bisnis tak selalu harus dicari jauh ke luar daerah. Terkadang, mitra yang tepat justru berada di kota tetangga, dengan potensi usaha yang bisa saling melengkapi dan berkembang bersama.

Semangat itulah yang mempertemukan para pengusaha muda dari Kota Bogor, Kota Bekasi, dan Kota Depok dalam kegiatan Business Matching Day di Fullbelly Lifestyle Space, Kecamatan Bogor Utara, Sabtu (17/10) malam.

Digagas oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dari ketiga kota, kegiatan ini menjadi ruang untuk saling mengenal, memperkenalkan produk, serta menjajaki peluang kemitraan dan investasi. Lebih dari sekadar pertemuan, agenda ini diharapkan melahirkan kerja sama bisnis yang berkelanjutan.

Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bogor Muhammad Al Farissy mengatakan, pertemuan tersebut dirancang agar para pengusaha muda dapat menemukan peluang kolaborasi yang konkret.

Hubungan yang terbangun diharapkan tidak berhenti setelah acara selesai, tetapi berlanjut menjadi kemitraan yang memberikan manfaat bagi masing-masing usaha.

"Ya, alhamdulillah kami bisa mengadakan business matching tiga BPC antara Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kota Bogor. Harapannya setelah kegiatan ini ada kemitraan yang terwujud, ada kolaborasi yang terwujud," tutur Al Farissy.

Pertemuan perdana itu diikuti sekitar 150 peserta, masing-masing 50 orang dari BPC HIPMI Kota Bogor, Kota Bekasi, dan Kota Depok. Mereka mendapat kesempatan memperkenalkan produk serta mempresentasikan usaha yang dijalankan.

Interaksi kemudian berlanjut melalui sesi pertukaran meja atau kursi. Dengan mekanisme tersebut, peserta dapat bertemu langsung dengan calon mitra, berdiskusi lebih dekat, dan membicarakan peluang kerja sama sesuai kebutuhan bisnis masing-masing.

"Melalui sesi pertukaran, para peserta diharapkan dapat membahas peluang kerja sama secara lebih intensif, mulai dari pengembangan produk hingga kemungkinan kemitraan bisnis. Jadi, di situ mereka bisa empat mata, bisa langsung berkoordinasi secara langsung," paparnya.

(rizki mauludi/gin)


Editor : Inilahkoran