Merintih Malah Makin Dipukul, Begini Kekejaman Taufik Siksa Yuvita Saat Disekap

Pengakuan memilukan Yuvita selama disekap Taufik Hidayat. Korban mengaku setiap mengeluarkan suara saat disiksa justru dipukul lebih brutal

Merintih Malah Makin Dipukul, Begini Kekejaman Taufik Siksa Yuvita Saat Disekap
Merintih Malah Makin Dipukul, Begini Kekejaman Taufik Siksa Yuvita Saat Disekap

INILAHKORAN.ID - Derita memilukan yang dialami Yuvita di tangan kekasihnya, Taufik Hidayat, semakin mengiris hati publik. 

Setelah berhasil lolos dari sekapan pelaku, korban membeberkan kesaksian mengerikan mengenai metode penyiksaan dan isolasi kejam yang ia terima selama berbulan-bulan hingga mengakibatkan kedua matanya buta permanen.

​Yuvita mengaku tidak berdaya dan tidak bisa meminta pertolongan karena setiap kali ia merintih kesakitan, pelaku justru melipatgandakan sabetan dan pukulannya.

​Selama berada di dalam kamar penyekapan, Yuvita terpaksa harus menahan rasa sakit luar biasa dalam diam. Menangis atau mengeluarkan suara sekecil apa pun justru menjadi bumerang yang memicu amarah Taufik Hidayat untuk bertindak lebih brutal.

​"Jadi kalau misalkan disiksa terus mengeluarkan suara 'heeh', sama dia teh disiksa lagi. Jadi saya enggak bisa kemana-mana," ungkap Yuvita dengan nada lirih.

​Agar aksi kejinya tidak terendus oleh tetangga atau lingkungan sekitar, Taufik menerapkan aturan yang sangat ketat untuk mengontrol ruang gerak Yuvita. Korban benar-benar diputus dari dunia luar.

​Saat pelaku pergi, Yuvita dipaksa dan diperintahkan untuk terus tidur di dalam kamar agar tidak melakukan aktivitas apa pun yang memicu kecurigaan.

​Jika sesekali terpaksa ikut pergi bersama pelaku, Yuvita diwajibkan mengenakan masker rapat-rapat untuk menutupi luka-luka lebam di wajahnya.

​Yuvita membeberkan bahwa pelaku secara sengaja mengincar bagian-bagian tubuh vitalnya saat melakukan kekerasan fisik. 

Siksaan tersebut menyasar organ penglihatan hingga pendengarannya.

​"Saya sering dipukul, mata dulu, terus telinga, terus kaki, dipaksa pakai tato," jelasnya.

​Akibat hantaman bertubi-tubi di area wajah tersebut, fungsi penglihatan Yuvita kini rusak total. Tidak hanya menyiksa fisik, pelaku juga melakukan intimidasi psikologis dengan memaksa korban merajah kulitnya dengan tato.

​Penderitaan Yuvita semakin lengkap karena pelaku tidak memberikan penghidupan yang layak. 

Dalam kondisi fisik yang melemah dan tidak bisa melihat akibat disiksa, Yuvita dibiarkan telantar di dalam tempat penyekapan.

​"Kalau makan sehari sekali, itu juga kalau makan sendiri. Sisanya jarang mandi, karena aku enggak bisa lihat jadi gimana," pungkas Yuvita.


Editor : Firda Rachmawati