Mobil Nissan X-Trail Terbakar di Flyover Dustira Cimahi, Akibatkan Macet hingha 2 Kilometer
Sebuah mobil Nissan X-Trail terbakar di Flyover Jalan Dustira, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Selatan, pada Jumat 21 November 2015 sekitar pukul 13.40 WIB.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Sebuah mobil Nissan X-Trail terbakar di Flyover Jalan Dustira, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Selatan, pada Jumat 21 November 2015 sekitar pukul 13.40 WIB.
Insiden ini menyebabkan kepanikan di kalangan pengguna jalan dan memicu kemacetan panjang hingga dua kilometer.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Damkar Kota Cimahi, Achmad Suparlan mengatakan, pihaknya menerima laporan pada pukul 14.00 WIB dan tiba di lokasi enam menit kemudian.
"Respon time kami 6 menit. Setiba di lokasi, api sudah membesar di bagian kap mesin. Kami langsung melakukan pemadaman dan pendinginan agar tidak merembet,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Dikerahui, mobil merek Nissan X-Trail milik Vinsa (36) tersebut baru saja dibeli di wilayah Kopo dan sedang dalam perjalanan menuju bengkel di Cimahi untuk pemeriksaan awal.
Namun, di tengah perjalanan, mesin mobil tiba-tiba mati dan mengeluarkan asap tebal.
"Korban awalnya mengira mobil mengalami overheat. Tapi setelah dicek lebih dekat, korban melihat adanya konsleting listrik yang memicu percikan api. Saat kap mesin dibuka, api langsung membesar," tuturnya
Pemilik yang panik kemudian meminta bantuan pengguna jalan lain hingga akhirnya laporan masuk ke Damkar Cimahi. Damkar mengerahkan 13 personel untuk memadamkan api.
"Total luas area terdampak mencapai 6 meter persegi, dengan area yang terbakar sekitar 2 meter persegi," ujarnya.
"Tidak ada bangunan yang terdampak, namun insiden ini cukup mengganggu arus lalu lintas di jalur utama tersebut," sambungnya.
Achmad menyebut, penyebab kebakaran dipastikan berasal dari konsleting listrik akibat kelalaian pemilik terkait kondisi kendaraan. Beruntung, tidak ada korban luka maupun meninggal dunia.
"Jumlah jiwa yang berhasil diselamatkan ada dua orang, termasuk pemilik kendaraan," tambahnya.
Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp100 juta, sementara nilai aset yang berhasil diselamatkan sekitar Rp25 juta. Penanganan lapangan selesai pada pukul 14.28 WIB, dan seluruh personel kembali ke markas pada 14.37 WIB.
Achmad Suparlan mengimbau masyarakat untuk melakukan pengecekan rutin kendaraan, terutama yang baru dibeli dari tangan kedua atau kondisi bekas.
Perhatikan tanda-tanda kerusakan dini seperti bau gosong atau asap kecil, dan hindari membuka kap mesin secara tiba-tiba jika ada indikasi percikan api.
"Keselamatan kendaraan itu bukan hanya soal fungsi, tapi juga tentang mencegah risiko yang bisa mengancam jiwa dan mengganggu publik. Kami berharap pemilik kendaraan lebih waspada," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani
