Momen Cristiano Ronaldo dan Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Jadi Sorotan

Air mata Cristiano Ronaldo tumpah usai Portugal disingkirkan Spanyol di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026. Simak ulasan laga terakhir sang legenda.

Momen Cristiano Ronaldo dan Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Jadi Sorotan
Momen Cristiano Ronaldo dan Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Jadi Sorotan

INILAHKORAN.ID - Panggung Piala Dunia 2026 resmi kehilangan salah satu ikon terbesarnya. Langkah Tim Nasional Portugal harus terhenti secara tragis di babak 16 besar setelah ditumbangkan oleh Spanyol dengan skor tipis 1-0 dalam laga bertajuk Derbi Iberia yang digelar di Dallas Stadium, Texas.

​Kekalahan ini langsung memicu gelombang emosional di jagat maya. Sorotan utama tertuju pada sang kapten, Cristiano Ronaldo, yang terlihat menangis tersedu-sedu saat berjalan sendirian menuju lorong ganti. 

Bagi pemain berusia 41 tahun tersebut, laga ini diyakini kuat menjadi penampilan pamungkas atau Last Dance-nya di turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.

​Pascapertandingan, selain air mata Ronaldo yang tumpah, netizen di media sosial juga menyoroti momen di mana CR7 tampak berjalan terpisah dan enggan didekati oleh rekan-rekan setimnya. 

Sikap ini dinilai sebagai bentuk tanggung jawab emosionalnya yang mendalam sebagai seorang kapten tim.

​Jauh sebelum laga hidup-mati ini digelar, Ronaldo sebenarnya sudah menunjukkan kedewasaannya dalam menyikapi akhir karier internasionalnya.

​"Saya tidak kekurangan apa pun dalam hidup; Tuhan sudah sangat baik kepada saya. Saya tidak akan menjadi lebih Cristiano atau kurang Cristiano apakah saya memenangkan Piala Dunia atau tidak," ucap Ronaldo dengan bijak saat sesi konferensi pers pra-pertandingan.

​Kendati gagal menutup kariernya dengan trofi emas, Cristiano Ronaldo tetap mengukir tinta emas di Piala Dunia 2026. 

Ia sukses melesakkan 3 gol sepanjang turnamen dan mempertajam rekor dunia sebagai satu-satunya pesepak bola yang selalu mencetak gol dalam 6 edisi Piala Dunia yang berbeda.


Editor : Firda Rachmawati