Mou Belum Mau Pikirkan El Clasico
JOSE Mourinho ogah langsung alihkan fokus ke laga El Clasico kontra Barcelona usai Real Madrid mencatatkan kemenangan besar atas Sevilla.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Bsafaat
Bagi Mourinho, perjalanan Madrid masih menyimpan satu tantangan penting yang harus dituntaskan lebih dahulu: Liga Champions.
Madrid tampil meyakinkan saat menjamu Sevilla di Estadio Santiago Bernabeu dalam lanjutan Liga Spanyol, Senin (19/10) dini hari WIB. Los Blancos menang telak 4-1 melalui gol Arda Guler, dua gol Kylian Mbappe, serta Yann Diomande.
Hasil tersebut menjadi modal berharga bagi Madrid untuk menghadapi pekan yang padat dan menentukan.
Namun, Mourinho tampaknya tidak ingin kemenangan itu membuat timnya kehilangan fokus, terlebih ketika dua pertandingan besar sudah menanti dalam waktu berdekatan.
Sebelum bertandang ke Camp Nou untuk menghadapi Barcelona di Liga Spanyol, Madrid harus lebih dahulu menjamu RB Leipzig di Liga Champions pada 22 Oktober 2026.
Kompetisi Eropa itu menjadi perhatian utama Mourinho saat ini. Apalagi, Madrid mengawali perjalanan mereka dengan hasil sempurna. Dalam dua pertandingan, Los Blancos berhasil menaklukkan Inter Milan dan AS Roma, mencetak enam gol, serta kebobolan empat kali.
Catatan tersebut memberikan alasan bagi Madrid untuk percaya diri. Meski demikian, Mourinho menyadari bahwa setiap pertandingan memiliki tantangan tersendiri dan tidak bisa dijalani dengan setengah konsentrasi.
"Saya hanya memikirkan Liga Champions sampai hari Rabu pukul 23.00. Setelah itu, barulah saya akan fokus pada pertandingan El Clasico hari Minggu," kata Mourinho, dikutip dari AS.
Pernyataan itu menunjukkan bagaimana Mourinho berusaha menjaga prioritas timnya di tengah besarnya perhatian terhadap El Clasico.
Duel melawan Barcelona memang selalu menyita perhatian, tetapi bagi sang pelatih, persiapan terbaik untuk pertandingan besar dimulai dengan menuntaskan tugas yang ada di depan mata.
Di sisi lain, Mourinho juga tengah berupaya menemukan komposisi tim yang paling tepat. Ia mengaku telah melakukan sejumlah perubahan, tetapi tetap berpegang pada pertimbangan tertentu dalam menentukan strategi.
"Saya telah mengubah beberapa hal, tetapi tetap mempertahankan logika tertentu. Ada tanda-tanda dalam beberapa bagian pertandingan yang menunjukkan bahwa hal-hal tersebut bisa berjalan dengan baik," ujarnya.
Persoalan memilih pemain pun bukan perkara sederhana. Di tengah persaingan untuk mendapatkan tempat di tim utama, Mourinho menilai banyak pemain memiliki alasan yang layak untuk diturunkan. Karena itu, menentukan 11 nama terbaik bukan sekadar soal statistik atau penampilan individu, melainkan juga tentang kebutuhan tim dalam menghadapi lawan tertentu.
"Soal meritokrasi, sistem berdasarkan kepantasan, ini adalah hal yang sangat abstrak. Bagi saya, sulit untuk mengatakan 11 pemain mana yang paling berhak tampil. Ada banyak pemain yang pantas bermain," kata dia.
Bagi Madrid, situasi ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara persaingan internal dan target tim. Setiap pemain ingin mendapatkan kesempatan, sementara Mourinho harus memastikan bahwa keputusan yang diambil benar-benar mendukung kepentingan klub.
El Clasico memang sudah menanti dan atmosfer pertandingan itu sulit diabaikan. Namun, Mourinho memilih menahan diri dari hiruk-pikuk rivalitas tersebut. (bsf)
Editor : Inilahkoran
