Nasib Suporter Tamu di Super League 2025/2026 Ditentukan Pekan Ini, I.League Tunggu Keputusan PSSI

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terkait kebijakan kehadiran suporter tim tamu dalam kompetisi Super League musim 2025/2026.

Nasib Suporter Tamu di Super League 2025/2026 Ditentukan Pekan Ini, I.League Tunggu Keputusan PSSI
Nasib Suporter Tamu di Super League 2025/2026 Ditentukan Pekan Ini, I.League Tunggu Keputusan PSSI

INILAHKORAN, Bandung – Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terkait kebijakan kehadiran suporter tim tamu dalam kompetisi Super League musim 2025/2026.

Saat ditemui di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta, Ferry menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada kejelasan soal diizinkannya pendukung tim tamu hadir langsung di stadion. Namun, ia memastikan bahwa keputusan akan segera dibuat dalam waktu dekat.

"Ya kami akan mengusulkan ke PSSI, memang dalam minggu ini akan ada keputusan," ujar Ferry dikutip dari ANTARA.

Ferry juga mengakui bahwa berdasarkan berbagai kejadian sebelumnya, terutama yang berhubungan dengan keamanan, penerapan kebijakan ini tidaklah mudah.

Meski demikian, I.League tetap berupaya menciptakan skema yang memungkinkan kehadiran suporter lawan, dengan sejumlah batasan.

"Karena memang kalau melihat dari kejadian kemarin rasanya berat, tapi tentunya dari keinginan klub-klub bisa berharap. Kami lagi merancang mana-mana yang masih dan punya peluang yang bisa diberikan," ucap pria berusia 61 tahun itu.

Wacana pelonggaran larangan Suporter Tamu sejatinya sudah disampaikan Ferry saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan dan luar biasa PT Liga Indonesia Baru pada 8 Juli lalu.

Dalam rapat yang digelar di Hotel Langham, Jakarta Selatan itu, Ferry menyebut bahwa I.League tengah mengkaji kemungkinan untuk mengizinkan suporter tamu kembali hadir di stadion.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa aturan ini tidak berlaku untuk pertandingan-pertandingan yang memiliki rivalitas tinggi dan berpotensi memicu konflik, seperti duel klasik antara Persija Jakarta vs Persib Bandung atau Arema FC vs Persebaya Surabaya.

"Yang pasti tadi sudah bisa dibilang tertutup pintunya kalau suporter Persib datang ke Persija. Begitu juga suporter Persija datang ke Persib itu pasti tidak bisa," tegasnya.

Lebih lanjut, Ferry menyebutkan bahwa upaya menghadirkan kembali suporter lawan juga sejalan dengan peluncuran aplikasi Sobat Liga pada April lalu.

Aplikasi ini merupakan platform penyedia layanan tiket pertandingan resmi dari I.League, yang diharapkan mampu membantu identifikasi dan manajemen penonton secara lebih terstruktur.

“Yang paling mudah ini tantangan dari liga untuk bisa mendapatkan privilege untuk bisa membuka suporter away, karena yang masih dikhawatirkan PSSI, suporter ini tidak teridentifikasi (identitasnya),” ujarnya kala itu.

Seperti diketahui, larangan kehadiran suporter tim tamu mulai diberlakukan pasca tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022, yang menewaskan ratusan orang. Sejak saat itu, isu keselamatan dan pengawasan terhadap suporter menjadi perhatian utama dalam setiap laga sepak bola nasional.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan