Ngatiyana Serahkan Rumah Pengganti untuk Warga Terdampak Pergerakan Tanah di Cimahi
Pemkot Cimahi menyerahkan rumah pengganti kepada Siti Nurjanah, warga Cibabat yang kehilangan rumah akibat pergerakan tanah pada 2025. Salin meta
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kota Cimahi menyerahkan rumah layak huni pengganti kepada Siti Nurjanah, warga RW 11, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, yang kehilangan rumah akibat bencana pergerakan tanah pada 2025 lalu.
Bencana yang terjadi di Gang Ikras, RW 11, tersebut menyebabkan rumah milik Siti mengalami kerusakan berat hingga bangunannya hancur dan hanya menyisakan tanah.
Pemerintah Kota Cimahi kemudian membeli lahan tersebut untuk direncanakan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Lingkungan. Sementara itu, Siti menggunakan uang hasil penjualan tanah untuk membeli lahan pengganti tanpa bangunan dan mengajukan bantuan pembangunan rumah kepada Pemkot Cimahi.
Permohonan tersebut ditindaklanjuti melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi hingga pembangunan rumah pengganti dapat direalisasikan.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana secara resmi menyerahkan rumah tersebut kepada Siti. Bangunan baru itu berdiri di atas lahan seluas 40 meter persegi dengan luas bangunan 16 meter persegi.
Bagi Siti dan keluarganya, rumah tersebut menjadi harapan baru setelah mereka terpaksa meninggalkan hunian lama yang sudah tidak memungkinkan untuk ditempati. Selama menunggu rumah pengganti, keluarga Siti tinggal sementara di rumah susun.
Siti mengungkapkan, kehilangan rumah akibat bencana menjadi ujian berat bagi keluarganya. Bantuan pembangunan rumah tersebut memberikan kesempatan untuk kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
"Kerusakan berat yang dialami rumahnya menjadi ujian tersendiri bagi saya dan keluarga. Bantuan ini memberikan harapan baru untuk saya kembali memiliki tempat tinggal yang layak," ungkap Siti.
Ia berharap perhatian serupa juga diberikan kepada warga lain yang masih berjuang memulihkan kehidupan setelah terdampak bencana.
Sementara itu, Ngatiyana mengatakan, pembangunan rumah pengganti tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang dikoordinasikan oleh DPKP Kota Cimahi.
Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemulihan kerugian fisik, tetapi juga upaya mengembalikan rasa aman bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
"Bantuan ini bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi bukti nyata kepedulian pemerintah agar warga bisa kembali hidup layak, aman dan nyaman di rumah sendiri," ujar Ngatiyana.***
Editor : JakaPermana
