NVIDIA dan ITB Pacu Inovasi AI, Tiga Mahasiswa Kembangkan Solusi Industri

Kolaborasi NVIDIA dan Institut Teknologi Bandung (ITB), mendorong mahasiswa mengembangkan kecerdasan buatan (AI) untuk menjawab persoalan industri.

NVIDIA dan ITB Pacu Inovasi AI, Tiga Mahasiswa Kembangkan Solusi Industri
Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Adrian Lesmono menyampaikan bagaimana perangkat yang dibekali GPU NVIDIA GeForce RTX 5070 mampu menunjang pengembangan AI untuk kebutuhan industri, di ITB, Kota Bandung.

INILAHKORAN.ID - Kolaborasi NVIDIA dan Institut Teknologi Bandung (ITB), mendorong mahasiswa mengembangkan kecerdasan buatan (AI) untuk menjawab persoalan industri. 

Tiga mahasiswa ITB membuktikan potensi tersebut melalui prototipe teknologi untuk memantau keselamatan pekerja, memprediksi risiko logistik, hingga mendeteksi kontaminan dalam proses daur ulang.

Ketiga inovasi itu dikembangkan, dengan dukungan laptop ASUS ROG Strix G16 yang dibekali GPU NVIDIA GeForce RTX 5070. Perangkat tersebut membantu mempercepat pelatihan model AI dan pengujian sistem, sehingga mahasiswa dapat mengembangkan gagasan riset menjadi prototipe yang berorientasi pada kebutuhan nyata.

Pengembangan inovasi tersebut menjadi salah satu fokus RTX AI PC Day, program kolaborasi NVIDIA, ITB, dan sejumlah produsen komputer untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi AI.

Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Adrian Lesmono mengatakan, penguasaan AI perlu diarahkan pada penciptaan solusi, bukan sekadar penggunaan teknologi yang sudah tersedia.

“NVIDIA berperan sebagai katalisator yang menjembatani dunia industri dan pendidikan untuk mempercepat inovasi AI. Melalui dukungan teknologi dan akses terhadap komputasi AI, NVIDIA mendorong mahasiswa untuk bereksperimen, mengembangkan keterampilan, dan bertransformasi dari pengguna menjadi pencipta solusi AI," ujar Adrian dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026). 

Sebab menurutnya, AI bukan jalan pintas yang menggantikan pemahaman keilmuan, melainkan teknologi yang memperkuat kemampuan manusia untuk menjawab tantangan nyata. 

"Kami ingin mendorong lebih banyak mahasiswa menjadi AI builder yang mampu menghasilkan inovasi relevan bagi masyarakat dan industri," ucapnya.

Salah satu inovasi yang dikembangkan mahasiswa ITB adalah REBA.ai, karya Izhar Alif Akbar dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB. Sistem berbasis computer vision ini dirancang untuk menganalisis postur pekerja melalui rekaman kamera pengawas atau CCTV di lingkungan pabrik.

REBA.ai menggunakan standar Rapid Entire Body Assessment (REBA), untuk membantu mengidentifikasi risiko ergonomi pekerja secara berkelanjutan. Meski sistem dapat membantu proses pemantauan, keputusan akhir tetap berada di tangan supervisor manusia.

Pemanfaatan GPU NVIDIA GeForce RTX 5070 membantu Izhar mempercepat pelatihan model dan eksperimen machine learning. Dengan waktu pemrosesan lebih singkat, pengujian model dapat dilakukan secara lebih efisien.

Inovasi berikutnya dikembangkan Tsabita Khoirunnisa melalui ColdTrack AI, sistem prediktif untuk memantau keamanan suhu muatan dalam rantai dingin logistik.

Sistem ini memanfaatkan data telemetri truk berpendingin untuk memperkirakan perubahan suhu, mendeteksi potensi gangguan, serta menghitung perkiraan waktu sebelum suhu muatan melampaui batas aman.

ColdTrack AI kemudian mengolah informasi tersebut menjadi indeks risiko kargo, status keamanan muatan, dan rekomendasi tindakan berdasarkan tingkat risiko. Dukungan GPU mempercepat pelatihan model deep learning dan membantu proses eksperimen berulang selama pengembangan.

Sementara itu, Muhammad Taufiq Al Fikri mengembangkan RecycledFiberAI untuk mendukung pengelolaan limbah yang lebih efektif. Prototipe computer vision tersebut dirancang mendeteksi dan memetakan kontaminan, seperti plastik dan logam, dalam aliran material kertas daur ulang secara waktu nyata.

Dengan memanfaatkan akselerasi GPU NVIDIA, sistem ini dikembangkan untuk mengenali berbagai jenis material dalam tumpukan sampah daur ulang. Teknologi tersebut berpotensi membantu proses identifikasi kontaminan agar pemilahan material dapat dilakukan secara lebih efektif.

Ketiga proyek itu memperlihatkan penerapan AI dalam berbagai kebutuhan industri, mulai dari keselamatan dan kesehatan kerja, pengendalian risiko logistik, hingga pengelolaan limbah.

Guna mendukung pengembangan talenta AI di kampus, NVIDIA juga menghadirkan program GeForce Campus Leaders di ITB. Program ini memberi kesempatan kepada mahasiswa terpilih untuk mengembangkan proyek berbasis AI dan komputasi GPU di berbagai bidang, termasuk kesehatan, ilmu komputer, pertanian, dan produk digital.

Dalam pelaksanaannya, NVIDIA menggandeng ASUS untuk menyediakan akses laptop ASUS ROG yang menggunakan NVIDIA GeForce RTX 50 Series Laptop GPU bagi mahasiswa terpilih.

Country Manager ASUS Indonesia, Lenny Lin menilai, pengalaman langsung dalam mengembangkan proyek menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan AI generasi muda.

“ASUS percaya bahwa penguasaan AI perlu dibangun melalui pengalaman langsung dalam bereksperimen dan menciptakan solusi. Melalui dukungan ROG Strix G16 berperforma tinggi yang dilengkapi dengan ROG Intelligent Cooling system untuk semua workload AI yang berat, kami berharap semakin banyak talenta muda Indonesia, khususnya lewat GeForce Campus Leaders di ITB, mampu mengembangkan inovasi berbasis AI dan menjadi inventor yang siap membentuk masa depan,” paparnya.

Dukungan industri tersebut sejalan dengan upaya ITB memperluas pemanfaatan teknologi AI, dalam pembelajaran dan penelitian. Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu mahasiswa menerapkan pengetahuan akademik, untuk menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri.

Deputy Head of Dissemination & Communication Pusat AI ITB, Edward Ferdian menuturkan, pendidikan AI perlu membekali mahasiswa agar mampu mengembangkan teknologi, bukan hanya menggunakannya.

“Edukasi AI perlu mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu berperan sebagai builder dan inovator dalam pengembangan solusi AI. Kolaborasi ITB dan NVIDIA melalui RTX PC AI Day memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi teknologi, bereksperimen, dan mengembangkan ide inovatif untuk menjawab berbagai tantangan nyata,” ujar Edward.

NVIDIA GeForce RTX 50 Series Laptop GPUs sendiri dirancang untuk menangani berbagai kebutuhan komputasi, termasuk pengembangan model AI, pemrosesan data, dan aplikasi sains, teknologi, teknik, serta matematika (STEM).

GPU tersebut dilengkapi Tensor Cores untuk mempercepat beban kerja AI. Ekosistem RTX AI PC juga mendukung lebih dari 1.000 aplikasi dan gim berbasis AI yang digunakan untuk produktivitas, pengembangan aplikasi, desain tiga dimensi, produksi video, siaran langsung, hingga generative AI.

Pemrosesan AI secara lokal memungkinkan aplikasi bekerja lebih responsif, sekaligus menjaga data tetap berada di perangkat pengguna.

Di luar kebutuhan riset, perangkat tersebut dapat digunakan untuk fine-tuning model AI, rendering tiga dimensi, penyuntingan video, serta berbagai aktivitas kreatif. NVIDIA Broadcast mendukung kualitas komunikasi, sedangkan NVIDIA DLSS memanfaatkan AI untuk meningkatkan kualitas grafis dalam gim. 


Editor : Ahmad Sayuti