Pabrik PVC di Pangenan Cirebon Kembali Terbakar, Semalam Area Oven Jadi Pemicu
Kebakaran kembali terjadi di Pabrik PVC Pangenan Cirebon dan ini merupakan kali kedua pabrik tersebut terbakar
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – kebakaran kembali terjadi di pabrik pembuatan list dan partisi berbahan PVC milik PT Smart TT di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Minggu 31 Mei 2026 malam. Insiden tersebut merupakan kejadian kedua yang menimpa pabrik tersebut.
Infomari dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon menyebutkan, mereka menerima laporan kebakaran pada pukul 21.45 WIB. Regu I Damkar Sektor Pangenan langsung diberangkatkan ke lokasi dan tiba delapan menit kemudian.
Kabid Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Sarana Prasarana Disdamkarmat Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengatakan saat petugas tiba kobaran api sudah membesar dan menguasai area oven yang berada di bagian belakang bangunan pabrik.
"Ketika petugas sampai di lokasi, api sudah membakar area oven di belakang bangunan dan terus membesar," ujar Eno, Senin 1 Juni 2026.
Menurutnya, saat itu untuk mencegah api menjalar ke bagian pabrik lainnya, Damkar mengerahkan bantuan armada dari sejumlah sektor. Sedikitnya lima unit mobil pemadam diterjunkan dari Sektor Pangenan, Lemahabang, Losari, Cikulak, dan Weru.
"Kami meminta dukungan armada tambahan untuk mempercepat pengendalian api sekaligus mengantisipasi kebutuhan pasokan air di lokasi," ungkapnya.
Berdasarkan keterangan karyawan yang berjaga, aktivitas pengovenan bahan baku masih berlangsung sebelum kebakaran terjadi. Sekitar pukul 21.15 WIB, api pertama kali terlihat muncul dari celah pintu oven di sisi barat belakang bangunan.
Karyawan sempat berupaya memadamkan api menggunakan air dan 12 tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun upaya tersebut tidak berhasil menghentikan laju api yang terus membesar.
"Karyawan sudah melakukan penanganan awal menggunakan APAR dan air, tetapi kobaran api terus berkembang sehingga membutuhkan bantuan pemadam kebakaran," kata Eno.
Petugas akhirnya berhasil mengendalikan kebakaran pada pukul 22.50 WIB. Proses dilanjutkan dengan pendinginan hingga pukul 23.34 WIB guna memastikan tidak ada bara maupun titik api yang tersisa.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh suhu panas berlebih atau overheat pada area oven. Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Akibat kejadian tersebut, area seluas sekitar 180 meter persegi hangus terbakar. Sementara sekitar 3.820 meter persegi area lainnya berhasil diselamatkan dari ancaman api.
"Objek yang terbakar merupakan bahan baku pembuatan list dan partisi. Untuk nilai kerugian hingga saat ini masih dalam proses pendataan," jelasnya.
Eno menambahkan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Setelah situasi dinyatakan aman, seluruh personel dan armada yang terlibat kembali ke pos masing-masing untuk melanjutkan pelayanan.
Editor : Ahmad Sayuti

