Paslon Sahrul Gunawan-Gun Gun Gunawan akan Menjadikan Kab Bandung sebagai Epicentrum Bandung
Ribuan orang pendukung pasangan calon (paslon) bakal calon bupati dan wakil bupati Bandung Sahrul Gunawan-Gun Gun Gunawan, menggelar deklarasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Soreang- Ribuan orang pendukung pasangan calon (paslon) bakal calon bupati dan wakil bupati Bandung Sahrul Gunawan-Gun Gun Gunawan, menggelar deklarasi.
Deklarasi yang digelar di gedung DPD Partai Golkar ini dilaksanakan sebelum paslon yang diusung oleh Partai Golkar dan PKS itu mendaftarkan diri ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung di Jalan Bhayangkara Soreang pada Kamis 29 Agustus 2024 malam.
"Kami pasangan Alus Pisan, yakni Sahrul Gunawan-Gun Gun Gunawan sama-sama pernah menjadi Wakil Bupati Bandung pada periodenya masing-masing. Tentu telah memahami seluk beluk permasalahan yang ada di Kabupaten Bandung," kata Sahrul Gunawan dalam orasi politiknya dihadapan ribuan para pendukungnya, Kamis 29 Agustus 2024.
Dikatakan Sahrul, berbagai permasalahan yang hingga saat ini belum tuntas, mulai dari kemiskinan, pengangguran, rendahnya daya beli masyarakat, masalah pendidikan, pelayanan kesehatan. Tak hanya itu saja,berbagai permasalahan lingkungan pun masih belum beres,seperti masalah sampah, banjir, kemacetan lalu lintas dan lain sebagainya.
"Masalah disparitas antara yang kaya dan miskin, padahal Kabupaten Bandung adalah daerah penyangga Ibu Kota Provinsi sehingga hal-hal tersebut penting untuk segera diselesaikan menjadi Bandung Baru, Bandung Maju, Bandung Sejahtera," ujarnya.
Dengan bekal pengalaman serta pemahaman mendalam terkait berbagai permasalahan yang ada di Kabupaten Bandung. Keduanya bertekad mengembalikan sejarah Kabupaten Bandung yang sejatinya selalu dicintai warganya, dirindukan tamunya untuk berkunjung dan daerah nyaman untuk ditinggali.
"Kami berdiri bersama rakyat ingin mengembalikan Kabupaten Bandung sebagai epicentrum Bandung. Karena sejatinya Kabupaten Bandung adalah induk dari Bandung. Namun pada 1906 Kota Bandung mulai terpisah dari Kabupaten Bandung karena secara resmi telah ditetapkan sebagai kota sendiri oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda," katanya.
Sehingga, lanjut Sahrul, sejak itu, Kota Bandung menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan, sementara Kabupaten Bandung mencakup wilayah yang lebih luas di sekitarnya. Dengan fokus pada pertanian, industri, dan permukiman. Kemudiam pada 2007 Kabupaten Bandung Barat kembali dimekarkan dan terpisah menjadi Kabupaten tersendiri yaitu Kabupaten Bandung Barat atau KBB.
"Maka pada momen Pilkada 2024 ini kami ingin mengembalikan Bandung Urang, Nu Urang Keur Urang. Bandung yang Menawan, untuk itu, mari kita kembalikan Bandung nu Bandung nu Alus pisan, babarengan, ngaheuyeuk dayeuh, sabilulungan pikeun ngawangun Bandung nepika ngawujud Bandung anu “Agamis, Luhung Budayanya dan Lestari Alamnya, Unggul SDMnya, dan Sejahtera Masyarakatnya," ujarnya.
Sahrul melanjutkan, Bandung terbagi kedalam tiga kawasan atau wilayah utama. Yakni Soreang sebagai pusat Ibu Kota Pemerintahan, sangat layak untuk dorong menjadi pusat ekonomi baru. Karena akses tol yang langsung dan menjadi jalur para wisatawan yang akan menuju wilayah selatan.
"Maka Kota soreang kedepan sudah layak kita jadikan sebagai Kota jasa yang menyediakan berbagai layanan jasa tidak hanya Hotel, dan kantor pemerintahan, tapi juga menjadi etalasenya produk-produk UKM dan Industri Lokal yang menyediakan berbagai hasil produk dan kreatifitas warga kabupaten serta hasil bumi, sehingga dapat mendorong tumbuhnya ekonomi di Kabupaten Bandung dan menciptakan banyak lapangan pekerjaan," katanya.
Kota Soreang juga layak menjadi kota mandiri yang di dalamnya dapat terbangun tempat -tempat tinggal yang asri, hotel-hotel bertambah, ada rumah sakit bertaraf internasional hingga perguruan tinggi terkemuka tidak hanya ke Jatinangor, ke depan Kabupaten Bandung dapat menjadi alternatif.
Kedua, Kawasan Industri Majalaya dan sekitarnya, kedepan sudah layak menjadi Kawasan industri yang Asri, nyaman dan tertata ramah lingkungan, sehingga masyarakat sekitar dapat mudah mendapatkan pekerjaan, usaha kecil dan UKM nya tumbuh serta para pengusaha besar pemilik industri juga nyaman berinvestasi di Kabupaten Bandung.
Ketiga, tambah Sahrul, kawasan selatan yang notabene merupakan kawasan wisata, pertanian, perkebunan hingga sumber daya alam merupakan Kawasan wisata dan agro yang pantas untuk di dorong menjadi pusat ekonomi yang terus tumbuh dan berkembang, dengan infrsatrtuktur yang layak, ekonomi tumbuh, masyakarat sejahtera.
"Kemudian da beberapa daerah yang berbatasan dengan Kota Bandung sebagai kota penyangga, ke depan dearah-daerah tersebut tidak hanya sekedar mendapatkan kemacetan, banjir dan sampah yang menggunung, tetapi juga menjadi Kota jasa yang asri, nyaman dan maju. Sehingga ekonomi akan tumbuh, membantu mengurangi angka pengangguran, menekan angka kemiskinan, terhindarnya dari masalah lingkungan baik, sampah, banjir, kemacetan dan tata ruang yang semrawut,"katanya.***
Editor : JakaPermana
