Pedagang Bongkar Mandiri Bangunan Liar: Pasar Berbenah Lingkungan Indah
PULUHAN pedagang Pasar Kiaracondong membongkar bangunan secara mandiri. Penataan kawasan pun berlanjut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Yogo Triastopo
Kesepakatan menjadi jalan bagi penataan kawasan Pasar Kiaracondong, Kota Bandung. Puluhan pedagang membongkar sendiri bangunan yang mereka tempati di bawah flyover Jalan Ibrahim Adjie, Senin (12/10).
Pembongkaran berlangsung di sepanjang Jalan Stasiun Lama hingga Jalan PSM, Kelurahan Kebon Jayanti, Kecamatan Kiaracondong. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menata kawasan yang selama ini dipadati bangunan dan aktivitas perdagangan.
Camat Kiaracondong Mochamad Arief Budiman mengapresiasi kesediaan para pedagang, koordinator, pengurus lingkungan, dan tokoh masyarakat mendukung penataan tanpa harus melalui pembongkaran paksa.
Sebelum pembongkaran dilakukan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah melayangkan surat peringatan pertama, kedua, dan ketiga. Pemerintah kemudian melanjutkan komunikasi dan koordinasi dengan para pedagang serta pengurus setempat hingga tercapai kesepakatan untuk membongkar bangunan secara mandiri.
“Hal yang perlu diapresiasi adalah inisiatif dan kesadaran warga serta para pedagang untuk membongkar secara mandiri. Dengan demikian, pemerintah dapat melaksanakan penataan ini secara kondusif,” ujar Arief.
Sekitar 77 bangunan masuk dalam rencana pembongkaran mandiri di kawasan tersebut. Pemerintah kewilayahan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan perangkat daerah terkait turut memantau serta membantu proses penataan.
Bagi pemerintah, pembongkaran ini bukan akhir dari pembenahan kawasan. Setelah bangunan dibongkar, pekerjaan akan berlanjut pada pembersihan lingkungan dan perbaikan drainase yang selama ini terhambat bangunan serta aktivitas perdagangan.
Saluran air di lokasi tersebut diketahui telah lama tidak mendapatkan penanganan optimal. Karena itu, pembersihan dan pengerukan drainase direncanakan berlangsung secara bertahap hingga pekerjaan di lapangan selesai.
Upaya ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi saluran air sekaligus meningkatkan kebersihan dan kenyamanan lingkungan pasar. Penataan juga akan menyasar aktivitas pedagang kaki lima (PKL) dan pasar tumpah yang berpotensi menghambat arus lalu lintas. (gin)
Editor : Inilahkoran
