PEKRAF 2026 Pamerkan 21 Subsektor Ekonomi Kreatif Kota Tasikmalaya, Ada Teknologi AI
PEKRAF 2026 di Plaza Asia Tasikmalaya menghadirkan karya dari 21 subsektor ekonomi kreatif, termasuk teknologi AI, gim, fesyen, dan kriya lokal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Pekan Ekonomi Kreatif (PEKRAF) Kota Tasikmalaya 2026 menjadi ajang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memamerkan karya, inovasi, dan potensi usaha lokal. Digelar pada 17–20 Oktober 2026, kegiatan ini menghadirkan beragam produk dan teknologi dari 21 subsektor ekonomi kreatif.
PEKRAF 2026 diselenggarakan Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (DPC GEKRAFS) bersama Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya. Pameran berlangsung di Atrium Ground Floor Mall Plaza Asia Tasikmalaya.
Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Dewi Novianti, mengatakan ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk mendukung perekonomian daerah. Subsektor kriya dan fesyen, menurutnya, menjadi salah satu penyumbang besar terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Kota Tasikmalaya.
“Bidang kriya dan fesyen itu salah satu penyumbang PDRB terbesar di Kota Tasikmalaya,” ujar Dewi, Sabtu (17/10/2026).
Pemerintah Kota Tasikmalaya juga tengah mengupayakan penyelesaian peraturan daerah (perda) tentang ekonomi kreatif. Regulasi tersebut diharapkan menjadi landasan pengembangan sektor ekonomi kreatif agar lebih terarah.
“Kita sekarang sedang dalam proses penyusunan perda ekonomi kreatif. Mudah-mudahan tahun ini payung hukum mengenai ekonomi kreatif bisa rampung,” katanya.
Dewi menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif, terutama generasi muda yang memiliki keahlian di bidang teknologi dan inovasi.
Ia mencontohkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk menghadirkan pengalaman mencoba pakaian secara virtual. Menurutnya, potensi anak muda di bidang teknologi perlu mendapat kesempatan untuk berkembang dan diperkenalkan kepada masyarakat.
“Banyak sekali potensi ekonomi kreatif di Kota Tasikmalaya yang perlu kita beri panggung dan ruang agar ekosistemnya semakin solid,” tuturnya.
PEKRAF 2026 menghadirkan karya dari berbagai subsektor, mulai dari kuliner, kriya, dan fesyen hingga animasi, pengembangan gim, AI, serta rekayasa perangkat lunak.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Cermin Geulis, teknologi virtual fitting room berbasis AI karya startup lokal AstaCode. Teknologi ini memungkinkan pengunjung melihat simulasi penggunaan busana bermotif Batik Harco secara virtual dan waktu nyata tanpa harus berganti pakaian secara langsung.
Pengunjung juga dapat mengikuti edukasi pemanfaatan asisten AI dari AI Club Tasikmalaya, menyaksikan demonstrasi pencetakan menggunakan mesin 3D oleh BLUD SMKN 2 Tasikmalaya, serta mencoba gim buatan GameDev Tasikmalaya dan Sigade.
Pameran tersebut turut menampilkan portofolio animasi Brave Animation, karya arsitektur hijau dari SofwanLand, serta motor modifikasi kustom dari Ikatan Motor Indonesia (IMI).
Identitas budaya lokal juga menjadi bagian penting dalam PEKRAF 2026. Hal itu terlihat melalui instalasi Payung Geulis berdiameter 2,5 meter yang digores perdana oleh jajaran pimpinan daerah bersama seniman komunitas Ilustasik pada malam pembukaan.
Kepala Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Deddy Mulyana, menyebut PEKRAF 2026 sebagai bentuk kolaborasi pemerintah daerah dengan GEKRAFS untuk membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kreatif.
“PEKRAF 2026 merupakan bukti komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama GEKRAFS dalam membuka panggung seluas-luasnya bagi generasi muda dan pelaku UMKM kreatif. Ini adalah langkah nyata menjadikan ekonomi kreatif sebagai tulang punggung perekonomian daerah,” ujarnya.
Ketua DPC GEKRAFS Kota Tasikmalaya, Deden Khairul Rizal, menegaskan PEKRAF 2026 tidak sekadar menjadi tempat transaksi produk, tetapi juga ruang untuk menunjukkan kesiapan pelaku ekonomi kreatif lokal dalam memperluas pasar.
“Event ini bukan sekadar pameran dagang biasa, melainkan rumah konvergensi. Kami ingin membuktikan bahwa ekosistem ekonomi kreatif di Kota Tasikmalaya itu sangat hidup, solid, dan siap naik kelas ke tingkat nasional hingga global,” kata Deden.
Untuk mendukung transaksi yang praktis, pembelian produk UMKM di area pameran telah terintegrasi dengan sistem pembayaran digital melalui QRIS Bank BJB.
PEKRAF 2026 terbuka untuk umum tanpa biaya masuk. Masyarakat dapat mengunjungi pameran setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.30 WIB sampai Selasa (20/10/2026).
Selain menikmati pameran, pengunjung juga dapat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang disediakan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya. Layanan tersebut mencakup pemeriksaan tekanan darah, gula darah, hingga konsultasi dokter.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra Hendriana, mengatakan kehadiran layanan kesehatan di arena pameran merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kehadiran Pos Cek Kesehatan Gratis (CKG) di arena PEKRAF 2026 adalah bukti kolaborasi lintas sektor yang humanis. Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya terinspirasi oleh karya kreatif anak muda, tetapi juga mendapatkan pelayanan kesehatan cuma-cuma, mulai dari pemeriksaan tensi, gula darah, hingga konsultasi dokter langsung di mal,” ujarnya.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya, PEKRAF 2026 diharapkan dapat memperluas ruang promosi, memperkuat kolaborasi antarpelaku, serta meningkatkan daya saing produk kreatif lokal.
Editor : Ahmad Sayuti
