Pembangunan BRT Bandung Raya Diprediksi Picu Kemacetan di Beberapa Ruas Jalan
Pembangunan BRT Bandung Raya diperkirakan memicu kemacetan di beberapa ruas jalan, MRLL disiapkan untuk meminimalkan gangguan lalu lintas.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya diperkirakan akan berdampak pada kemacetan di sejumlah ruas jalan
Kemacetan terutama terjadi di sepanjang koridor yang terdampak langsung infrastruktur BRT. Sekitar 21 kilometer jalan akan terdampak selama proses konstruksi hingga operasional penuh nanti.
Kepala Dishub Jabar, Dhani Gumelar menyebut, manajemen dan rekayasa lalu lintas (MRLL) sedang dikaji oleh konsultan PMC Kemenhub untuk mengantisipasi gangguan. Sistem MRLL mencakup tahap prakonstruksi, konstruksi, dan pasca konstruksi.
Pembangunan akan dilakukan secara bertahap untuk meminimalkan dampak kemacetan, sekaligus mempersiapkan fondasi bagi layanan rute transportasi massal modern yang cepat dan terintegrasi di Bandung Raya.
“Mungkin mohon izin, tahun ini sampai dengan tahun 2027 beberapa jalan di Kota Bandung akan terkena dampak proyek pembangunan BRT. Nah salah satunya BRT itu nanti MJT ini, yang akan kita ekspankan layanannya menjadi Bus Rapid Transit,” kata Dhani, Senin (26/1/2026).
Menurut Dhani, sekitar 21 kilometer ruas jalan akan terdampak langsung oleh pembangunan infrastruktur Metro Jabar Trans (MJT) yang ditransformasikan menjadi BRT dengan sistem jalur khusus.
“Sekarang kita sudah mendapatkan bantuan dari Kementerian Perhubungan, untuk membangun koridor tersebut. Nah nanti kedepannya mungkin 2027 atau 2028 (sudah beroperasi),” ucapnya.
Proyek Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya dipastikan mulai dibangun pada tahun 2026. Kementerian Perhubungan (Kemehub) menargetkan pembangunan rampung pada 2027, dengan operasional penuh dijadwalkan pada 2028.
Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Agus Didik Suseno, mengatakan pembangunan akan dilakukan secara bertahap sesuai paket pekerjaan dari Kemenhub. “Kita juga terus ngejar progres bersama Kemenhub,” ujarnya kepada INILAHKORAN, Selasa (27/1/2026). ***
Editor : Gin gin T Ginulur
