Pemkot Tasikmalaya Jamin Hewan Kurban Aman, 1.532 Ekor Lolos Uji Kesehatan

PemerintahanKota Tasikmalaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lapak penjualan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H. 

Pemkot Tasikmalaya Jamin Hewan Kurban Aman, 1.532 Ekor Lolos Uji Kesehatan
Plh Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra bersama jajaran Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), TNI, serta tim dokter hewan berkeliling ke sejumlah lapak penjualan hewan kurban. (n nurohman)

INILAHKORAN.ID - PemerintahanKota Tasikmalaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lapak penjualan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H. 

Plh Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra bersama jajaran Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), TNI, serta tim dokter hewan berkeliling ke sejumlah lapak penjualan hewan kurban.

Pemeriksaan dilakukan di salah satu pusat penjualan hewan kurban di Jalan Letnan Harun, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. 

Petugas memeriksa kondisi fisik hewan, suhu tubuh, usia, hingga kesehatan secara umum untuk memastikan hewan layak dijual dan memenuhi syarat kurban.

Diky mengatakan, hingga saat ini tim gabungan DKP3 dan dokter hewan rampung memeriksa sebanyak 1.532 ekor hewan kurban.

“Pemeriksaan sudah dilakukan sejak minggu lalu. Sejauh ini tidak ditemukan masalah kesehatan maupun indikasi penyakit pada hewan kurban. Insyaallah aman dan memenuhi syarat,” ujar Diky, Kamis (21/5/2026).

Menurut Diky, jumlah hewan kurban tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Tahun lalu jumlah sapi kurban mencapai sekitar 3.000 ekor, sedangkan tahun ini baru tercatat sekitar separuhnya. Untuk domba, jumlah sementara berada di kisaran 700 ekor.

Dia menilai penurunan tersebut dipengaruhi kondisi ekonomi masyarakat serta adanya sejumlah pedagang yang memilih berjualan di daerah lain.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Kota Tasikmalaya Cecep Kurniawan menjelaskan pemeriksaan dilakukan mulai dari administrasi asal hewan hingga pemeriksaan fisik langsung oleh dokter hewan.

“Yang dicek mulai dari asal ternak, suhu tubuh, kecukupan umur, detak jantung, hingga kondisi kesehatan lainnya. Hasil pemeriksaan sejauh ini seluruhnya aman dan sehat,” kata Cecep.

Cecep menambahkan, hewan yang dinyatakan sehat akan diberikan surat keterangan kesehatan hewan sebagai bukti layak jual dan layak kurban, terutama jika akan dikirim ke luar daerah.

Di sisi lain, pengurus pusat penjualan hewan kurban di Kota Tasikmalaya, Amar, mengungkapkan harga sapi kurban tahun ini mengalami kenaikan hingga Rp2 juta dibanding tahun lalu.

“Kenaikan dipengaruhi biaya operasional dan harga BBM. Saat ini harga sapi berkisar Rp24 juta sampai Rp30 juta per ekor,” pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani