Pemprov Jabar akan Lakukan 4 Hal Ini agar Terhindar dari 'Hantu Banjir', Dedi Mulyadi: Tata Ruang Sedang Berproses

Dedi Mulyadi dan Pemprov Jabar telah menyiapkan 4 upaya agar Jawa Barat terhindar dari hantu banjir.

Pemprov Jabar akan Lakukan 4 Hal Ini agar Terhindar dari 'Hantu Banjir', Dedi Mulyadi: Tata Ruang Sedang Berproses
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

INILAHKORAN, Bandung - Beberapa wilayah di Jawa Barat (Jabar) seperti Bekasi dan Karawang yang banjir, hingga longsor di Bandung Barat, tengah mengalami bencana alam.

Seperti banjir di Bekasi dan Karawang diduga terjadi karena adanya pembangungan perumahan di tempat yang tidak seharusnya.

Maka dari itu, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) tengah melakukan upaya perbaikan agar Jabar terhindar dari 'hantu banjir'.

Melalui video Dedi Mulyadi yang diunggahk ke akun Instagramnya @dedimulyadi71, pada Minggu, 25 Januari 2026, Gubernur ungkap upaya yang tengah dilakuan Pemprov Jabar saat ini.

Dedi Mulyadi mengatakan bahwa Pemprov Jabar kini tengah melakukan 4 upaya untuk melakukan perbaiakn agar wilayah Jabar terhindar dari banjir.

1. Memperbaiki sungai

Saat ini Pemprov Jabar akan terus melakukan normalisasi sungai, pelebaran sungai, dan akan terus melakukan pembongkaran berbagai bangunan yang ada di bantaran sungai.

Hal ini dilakukan agar sungai-sungai tidak mengalami penyempitan sehingga saat air sungai meluap, tidak menyebabkan banjir.

2. Bersikap Tegas pada Pengembang

"Pemprov jabar akan bersikap tegas pada seluruh pengembang yang tidak memiliki tanggung jawab terhadap proyek-proyek yang dibangunnya," jelas Dedi Mulyadi.

Di mana saat ini banyak pengembang yang lepas tanggung jawab setelah mendapat pasar yang relatif baik dengan janji kawasan nyaman, kawasan bebas banjir dan sejenisnya tapi faktanya tidak sesuai dengan harapan yang dijanjikan.

3. Perubahan tata ruang

Dedi Mulyadi mengungkap bahwa, "Pemprov Jabar saat ini sudah melakukan perubahan tata ruang dan sedang berproses."

Gubernur Jabar ini juga meminta agar para Bupati, Walikota, melakukan tindakan yang sama dengan merubah tata ruang.

"Tidak lagi membuka ruang areal areal yang di peruntukan untuk kawasan perkebutan, kawasan hutan, kawasan pesawahan, kawasan rawa, bantaran suangai, dijadikan areal untuk perumahan dan pemukiman warga," tegasnya.

4. Membangun apartemen di Wilayah Padat Penduduk

Perumahan di areal padat penduduk seperti Bekasi, Depok, wilayah Bandung raya, Bogor dan wilayah lainnya yang dikategorikan padat penduduk, akan mulai dibenahi.

"Tidak ada pilihan lain kecuali membangun rumah vertikal atau apartemen, karena itu satu-satunya jalan untuk membebaskan masyarakat dari hantu banjir yang datang dalam setiap waktu," tutur Dedi Mulyadi.

KDM menegaskan bahwa Pemprov Jabar akan membangun apartemen atau rumah vertikal jika masih terjadi pembangunan perumahan di wilayah padan penduduk.***


Editor : Irma Nurfajri