Pemprov Jabar Gelontorkan Rp3,9 Miliar Renovasi Pilar Gerbang Gedung Sate, Berkonsep Candi Bentar
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelontorkan Rp3,9 miliar, untuk merenovasi pilar gerbang Kantor Gubernur Jabar, Gedung Sate.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelontorkan Rp3,9 miliar, untuk merenovasi pilar gerbang Kantor Gubernur Jabar, Gedung Sate.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar Adi Komar menuturkan, renovasi ini dilakukan karena pilar gerbang Gedung Sate sudah lama tidak diperbaiki.
"Karena kemarin-kemarin kan juga ada aktivitas masyarakat, ada unjuk rasa dan lain-lain. Kita ingin memperkokoh lagi area sekitar Gedung Sate, terutama bagian luar," ujar Adi di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis 20 November 2025.
Dalam pemugaran pilar gerbang Gedung Sate ini kata dia, difokuskan dengan penguatan ikon Jabar. Sehingga diputuskan menggunakan konsep Candi Bentar.
"Kita ingin tetap mempertahankan ikon Jawa Barat ini, Gedung Sate ini. Selain sebagai kantor, juga sebagai khas budaya Jawa Barat. Jadi pilar ini, konsepnya bentuknya Candi Bentar," ucapnya.
Pemilihan tema Candi Bentar ini lanjut Adi, karena memang masih banyak digunakan di keraton-keraton yang ada di Jabar. Total anggaran yang disiapkan, sebesar Rp3,9 miliar yang dianggarkan di APBD Perubahan 2025.
"Sesuai yang ditetapkan dalam APBD Perubahan, yaitu Rp3,9 miliar. Keseluruhannya," katanya.
Nilai tersebut terang Adi, tidak hanya untuk pilar gerbang Gedung Sate, tetapi juga perbaikan di halaman seperti kawasan parkiran mobil dan motor. "Targetnya Desember ini beres," imbuhnya.
Disinggung soal cagar budaya, dia menerangkan bahwa yang bagian luar bukan dari bagian cagar budaya. "Kita juga sudah konsultasi ke Balai Cagar Budaya dan selama ini berjalan lancar," ujarnya.
Tidak hanya itu, ornamen di dalam Gedung Sate akan dilakukan secara tematik. Seperti saat ini, dengan tema Sunda Priangan. "Nanti bergiliran, kekhasan budaya di 27 kabupaten/kota," katanya.
Disinggung mengenai urgensi revitalisasi ini di tengah efisiensi yang digencarkan oleh Pemprov Jabar, Adi berdalih bahwa pembangunan ini tidak mengganggu layanan publik. Bahkan kata dia, perbaikan ini bagian dari penunjang dalam pelayanan publik di Gedung Sate.
"Ini kan kantor publik. Bagian kantor untuk layanan publik. Apalagi sekarang di dalam sudah ada fasilitas Bale Pananggeuhan. Tempat orang untuk mengadu, menyampaikan permohonan-permohonannya, menyampaikan keluhan-keluhannya. Ini bagian dari fasilitas publik juga. Jadi tidak ada salahnya, ini kita akan perbaiki. Karena memang ini kan terbuka untuk publik, khususnya layanan untuk pengaduan masyarakat," tandasnya.***
Editor : JakaPermana
