Pemprov Jabar Tinjau IPAL TPAS Sarimukti, Beri Respons Keluhan Masyarakat Soal Limbah Air Lindi

Pemprov Jabar meninjau Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) TPAS Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, Selasa 10 Desember 2024.

Pemprov Jabar Tinjau IPAL TPAS Sarimukti, Beri Respons Keluhan Masyarakat Soal Limbah Air Lindi
Sekda Jabar Herman Suryatman menuturkan, peninjauan ini sebagai respon dari pemerintah terkait keluhan masyarakat soal limbah air lindi dari TPAS Sarimukti, yang mencemari kawasan permukiman sekitar. (dok)

INILAHKORAN, Bandung - Pemprov Jabar meninjau Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) TPAS Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, Selasa 10 Desember 2024.

Sekda Jabar Herman Suryatman menuturkan, peninjauan ini sebagai respon dari pemerintah terkait keluhan masyarakat soal limbah air lindi dari TPAS Sarimukti, yang mencemari kawasan permukiman sekitar.

"Mau cek ricek IPAL, kan harus ada perbaikan yang cepat dan substansial, karena ada kelemahan, IPAL belum optimal, kita akan optimalkan," ujar Herman di Kota Bandung, sebelum meninjau IPAL TPAS Sarimukti.

Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin, kata Herman, meminta agar IPAL TPAS Sarimukti segera diperiksa dan diperbaiki, supaya tidak mengganggu kesehatan masyarakat.

"Pak Gub (Pj Gubernur Bey Machmudin) minta bergerak cepat untuk mengoptimalkan fungsi IPAL disana, karena tidak ada alternatif. Sarimukti satu-satunya alternatif sementara, sambil menunggu (TPPAS) Legoknangka," imbuhnya.

Terkait permasalahan IPAL ini, Sekda Herman mengaku belum mengetahui persis kendala yang terjadi. Namun dia memastikan, akan ada perbaikan yang akan dilakukan.

"Sekarang setelah kami kroscek, ternyata ada persoalan. IPAL-nya kurang optimal. Banyak hal, makanya saya mau cek dan langsung perbaiki cepat," ucapnya.

Ada dua skema yang akan dilakukan sambung dia, yakni perbaikan jangka pendek dan jangka panjang.

"Memperbaiki yang ada, makanya mau dicek bersama ahli. Terbaik seperti apa. Lebih cepat lebih baik. Ada yang bulan ini, ada yang di 2025. Mulai bulan ini, Pak Gubernur instruksikan harus ada perbaikan IPAL di Sarimukti," kata dia.

"(Masalah) teknologi, kapasitas IPAL saya juga mau cek seperti apa. Yang jelas banyak masukan dari masyarakat, limbah dan kami perhatikan," imbuhnya.

Sementara terkait target pengurangan ritase sampe dari kabupaten/kota Bandung Raya, seperti Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.

Sekda Herman mengungkapkan bahwa sejauh ini telah mengalami perbaikan, dimana atas usaha bersama. Jumlah buangan sampah harian dari empat kabupaten/kota tersebut sudah turun sesuai harapan.

"Kemarin kita fokus ke ritase. Sekarang sudah menurun. Dari 267 (ritase per hari) ke 216 (ritase)," tandasnya. 


Editor : Doni Ramdhani