Perang Terhadap Narkoba Membuahkan Hasil, Pengungkapan Polda Jabar pada 2025 Naik 20 Persen

Ditresnarkoba Polda Jabar mencatat peningkatan kinerja yang signifikan dalam pengungkapan tindak pidana narkoba sepanjang 2025. 

Perang Terhadap Narkoba Membuahkan Hasil, Pengungkapan Polda Jabar pada 2025 Naik 20 Persen
Pada 2024, jumlah pengungkapan kasus narkoba di Jabar tercatat sebanyak 2.867 kasus. Angka tersebut meningkat menjadi 3.451 kasus pada 2025. Dengan demikian, terjadi kenaikan sebanyak 584 kasus atau sekitar 20 persen. (cesar yudistira)

INILAHKORAN.ID - Ditresnarkoba Polda Jabar mencatat peningkatan kinerja yang signifikan dalam pengungkapan tindak pidana narkoba sepanjang 2025. 

Berdasarkan analisis dan evaluasi periode Januari hingga 8 Desember 2025, jumlah kasus, tersangka, serta barang bukti narkotika yang berhasil diungkap mengalami lonjakan tajam dibandingkan tahun 2024.

Pada 2024, jumlah pengungkapan kasus narkoba di Jabar tercatat sebanyak 2.867 kasus. Angka tersebut meningkat menjadi 3.451 kasus pada 2025. Dengan demikian, terjadi kenaikan sebanyak 584 kasus atau sekitar 20 persen. 

Peningkatan ini menunjukkan intensitas dan efektivitas penindakan yang semakin kuat di wilayah hukum Polda Jabar.

Sejalan dengan kenaikan jumlah kasus, jumlah tersangka yang berhasil diamankan juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2024, tercatat 3.670 orang tersangka narkoba. Sementara pada tahun 2025, jumlah tersebut meningkat menjadi 4.216 orang, atau bertambah sebanyak 546 tersangka, setara dengan kenaikan sekitar 15 persen.

Lonjakan pengungkapan juga terlihat jelas dari jumlah barang bukti narkotika yang berhasil disita. Untuk narkotika jenis sabu, Ditresnarkoba Polda Jabar berhasil mengamankan 64.702 gram pada tahun 2024. 

Angka ini melonjak tajam pada tahun 2025 menjadi 104.253,04 gram, atau meningkat sekitar 61 persen.

Pengungkapan ganja juga mengalami peningkatan. Pada 2024, barang bukti ganja yang disita mencapai 114.632 gram. Sedangkan pada tahun 2025 meningkat menjadi 135.297,04 gram, atau naik sekitar 18 persen.

Lonjakan paling drastis terjadi pada narkotika jenis ekstasi. Jika pada tahun 2024 hanya 632 butir yang berhasil diungkap, maka pada tahun 2025 jumlahnya melonjak menjadi 25.763 butir. Artinya, terjadi peningkatan hingga 25.131 butir atau sekitar 3.976 persen.

Selain itu, pengungkapan tembakau sintetis atau tembakau gorila juga menunjukkan lonjakan luar biasa. Pada tahun 2024, jumlah barang bukti yang disita sebanyak 33.449 gram. Sementara pada tahun 2025 melonjak tajam menjadi 1.209.539,02 gram, atau meningkat sekitar 3.515 persen.

Tak kalah signifikan, pengungkapan obat keras atau daftar G juga mengalami peningkatan drastis. Pada tahun 2024, jumlah obat keras yang berhasil diamankan sebanyak 545.851 butir. Angka tersebut melonjak menjadi 7.107.453 butir pada tahun 2025, atau meningkat sekitar 1.202 persen.

Sementara itu, untuk narkotika jenis kokain, tidak ditemukan adanya pengungkapan baik pada 2024 maupun 2025 di wilayah Jabar.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar Kombes Pol Albert RD menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras, sinergi, dan penguatan strategi penegakan hukum yang dilakukan secara konsisten sepanjang tahun 2025.

“Peningkatan pengungkapan ini menunjukkan bahwa upaya penindakan, intelijen, dan pengembangan jaringan narkotika kami lakukan secara agresif, presisi, dan terukur. Ini merupakan komitmen nyata Polda Jabar dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkoba,” ujar Albert.

Ia menambahkan, lonjakan pengungkapan pada jenis narkotika tertentu, seperti obat keras, tembakau gorila, ekstasi, dan sabu, menjadi indikator bahwa peredaran narkoba terus berkembang, namun di sisi lain aparat penegak hukum juga semakin adaptif dan responsif.

Polda Jabar menilai capaian sepanjang 2025 sebagai hasil dari penguatan strategi penindakan, pengembangan jaringan, serta optimalisasi fungsi intelijen narkoba.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme dan integritas dalam memberantas narkoba demi melindungi masyarakat Jabar. Kami akan terus hadir di tengah masyarakat. Negara tidak boleh kalah oleh jaringan narkotika dalam bentuk apa pun,” tutup Albert.


Editor : Doni Ramdhani